PEKANBARU, DURASI.co.id – Hari ini, Jumat 21 Juni 2024/14 Dzulhijah 1445H, Masjid Al Hidayah yang beralamat di Jalan Asofa I, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru kembali menyelenggarakan shalat Jumat dengan tema khutbah “Penyembelihan di Akhirat”.
Bertugas sebagai imam shalat dan khatib Jumat Teuku Muhammad Al Ghifari Shadiq, mahasiswa Universitas Islam Madinah, Arab Saudi dan selaku muadzin Ustadz Ridwan.
“Beberapa hari lalu kita melakukan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ibadah pada Allah saat Idul Adha, nanti di akhirat, di hadapan penghuni surga dan neraka, Allah akan melakukan penyembelihan juga, apa yang disembelih Allah, yaitu kematian. Dengan disembelihnya kematian, maka penghuni surga dan neraka akan kekal abadi di dalamnya, tidak akan ada kematian lagi” tegas Ustadz Al Ghifari selaku Khatib.
Khatib juga menegaskan bahwa di akhirat nanti penghuni neraka dan surga akan sangat menyesal, penghuni neraka menyesal kenapa waktu di dunia ingkar dari syariat Allah, dan penduduk surga menyesal kenapa tidak memperbanyak amal ibadahnya, maka dari itu khatib mengajak jamaah agar kembali memperbanyak ibadah dan menjalankan syariat agama secara sempurna.
Sebelum khutbah Jumat dimulai, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Hidayah, Ustadz Muhammad Ilham menyampaikan ucapan terima kasih kepada jamaah yang semakin lama semakin ramai dalam melaksanakan ibadah shalat Jumat di masjid yang baru difungsikan ini.
“Alhamdulilah semakin lama semakin banyak jamaah yang ikut memakmurkan Masjid Al Hidayah ini, terima kasih kami ucapkan dan kegiatan tahsin atau pembetulan bacaan alquran sudah mulai diadakan di masjid. Dalam sepekan dua kali dilaksanakan, bagi jamaah yang mau ikut belajar bersama silahkan bisa mendaftar ke Wira Wirawan selaku takmir masjid ini,” ucap ustadz Ilham.
Di penghujung shalat Jumat, seperti biasa diadakan makan siang bersama yang sudah disiapkan oleh Haji Sahrul selaku pendiri dan donatur tunggal masjid Al Hidayah.
“Alhamdulillah masjid menyediakan makan siang bersama, uang makan siang bisa kita pakai untuk yang lain,” kata Iwan, jamaah masjid yang bekerja di sekitar jalan Nangka Ujung. (Haykal)







