BATAM, DURASI.co.id – Muhammad Abdullah, sosok penjual tisu yang sempat viral di Batam karena atraksi kungfu di tengah jalan, akhirnya sepakat berdamai dengan sejumlah petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam. Perselisihan yang sempat memicu perhatian publik itu kini berakhir secara kekeluargaan.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, mengonfirmasi bahwa Abdullah telah mencabut laporan polisi yang sebelumnya ia buat terkait dugaan penganiayaan oleh petugas Dinsos.
“Sudah ada perdamaian antara pihak Dinsos dan Muhammad Abdullah. Bahkan Kepala Dinas Sosial langsung turun tangan. Abdullah juga sudah mencabut laporan. Insyaallah tidak ada lagi masalah,” ujarnya, Jumat (4/4/2025).
Sebelumnya, video yang menampilkan dugaan kekerasan terhadap Abdullah saat diamankan petugas sempat beredar luas dan memicu reaksi keras dari warganet. Dalam rekaman itu terlihat perlakuan represif yang kemudian menjadi sorotan.
Abdullah dikenal luas di Batam karena kerap menghibur pengguna jalan di Simpang Flyover Laluan Madani (Simpang Jam) dengan aksi bela diri menggunakan tongkat dan double stick sambil berjualan tisu.
Namun, pada Rabu (26/3/2025), ia mengaku mengalami kekerasan fisik saat hendak mengambil perlengkapan atraksinya. Abdullah menyebut sempat diseret, diborgol, dipukul hingga mengalami luka di kepala dan pingsan.
“Saya hanya cari nafkah, kenapa saya diperlakukan seperti ini,” ungkapnya saat memberi keterangan kepada media.
Terkait laporan tersebut, Unit I Judisila Satreskrim Polresta Barelang memeriksa tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinsos Batam pada hari yang sama.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Batam, Leo Putra, membantah adanya penganiayaan. Ia menyatakan bahwa petugas hanya menjalankan tugas penertiban demi keselamatan umum karena Abdullah sempat berbaring di jalan di depan kendaraan yang sedang melaju.
“Tidak ada penganiayaan. Justru anggota kami mengarahkan Abdullah menepi ke Pos Lantas agar tidak terjadi hal yang membahayakan. Ada juga anggota polisi lalu lintas yang menyaksikan,” jelas Leo.
Ia menambahkan, tindakan dilakukan karena Abdullah menolak diarahkan dan sempat melawan saat hendak diamankan.
Kini, dengan dicapainya kesepakatan damai, pihak Dinsos Batam berharap insiden serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.
Abdullah sendiri juga menyatakan bahwa dirinya dan petugas telah saling memaafkan. “Alhamdulillah saya dan terlapor sudah melakukan perdamaian yang difasilitasi oleh pihak Dinsos,” tuturnya.
Penulis: Simon
Editor: Indra







