PEKANBARU, DURASI.co.id – Rektor Universitas Riau (Unri) Sri Indarti meresmikan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Material Karbon Berbasis Biomassa untuk Konversi dan Penyimpanan Energi di Auditorium Prof Farid Kasmy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Rabu (30/4/3025).
Peresmian ini menandai langkah penting dalam riset biomassa yang melibatkan kolaborasi antara akademisi, industri, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam acara tersebut, Ketua PKR Material Karbon Berbasis Biomassa, Rakhmawati Farma menegaskan bahwa pusat riset ini bukan sekadar simbolis, melainkan sebagai wadah integrasi keilmuan untuk menghasilkan riset unggul.
“PKR ini akan menjadi motor utama dalam mendukung ketahanan energi Indonesia, dengan melibatkan sektor industri sebagai mitra utama,” ujar Rakhmawati.
PKR ini melibatkan sejumlah peneliti dari Unri, di antaranya Iwantono, Amir Awaluddin, Azriyeni, serta Ari Sulistyo Rini. Selain itu, sejumlah akademisi dari Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Semarang, dan BRIN juga turut bergabung.
Menurut Jimmy Akhmadi, perwakilan Direktur Pendanaan BRIN, lembaganya menyediakan skema pendanaan untuk mendukung riset yang berkelanjutan. “Kami berharap PKR ini tidak hanya menghasilkan riset berskala nasional, tetapi juga dapat berkontribusi di kancah global,” ucapnya.
Akbar Hanif Dawam, Ketua Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, menambahkan bahwa Unri kini menjadi bagian dari 28 pusat kolaborasi riset di Indonesia yang diisi oleh peneliti unggul dengan H-Index di atas 10. “Peluang pendanaan riset besar kini terbuka lebar,” ujar Akbar.
Selain itu, Wahyu Bambang Widayatno, Kepala Pusat Riset Material Maju BRIN, mendorong agar tim PKR Unri bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan energi biomassa, khususnya di Riau yang memiliki potensi biomassa yang sangat besar.
“Kami berharap PKR ini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberikan dampak positif,” tegas Wahyu.
Rektor Unri, Sri Indarti dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada tim PKR Unri yang telah membawa nama kampus ke tingkat nasional.
“Keberadaan PKR ini sejalan dengan peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) 5, khususnya dalam kolaborasi dosen. Ini adalah langkah strategis untuk ketahanan energi jangka panjang,” ujar Sri Indarti. (Sukri)







