JAKARTA, DURASI.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di 10 provinsi pada pekan pertama Mei 2025. Kenaikan harga dipicu oleh lonjakan harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai merah dan cabai rawit.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan, komoditas tersebut menjadi penyumbang utama kenaikan IPH di sebagian besar wilayah yang terdampak. Adapun 10 provinsi yang mengalami kenaikan IPH meliputi Papua Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Papua Barat Daya, dan Kepulauan Riau (Kepri).
“Cabai merah dan cabai rawit menjadi komoditas paling dominan yang menyebabkan lonjakan harga, selain sejumlah bahan pangan lain seperti bawang merah, tahu, dan telur ayam ras,” kata Pudji dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, dikutip dari kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri, Selasa (6/5/2025).
Sebaliknya, 28 provinsi tercatat mengalami penurunan IPH dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH secara nasional juga lebih banyak dibandingkan yang mencatat kenaikan.
Di Papua Tengah, misalnya, kenaikan IPH disebabkan oleh cabai rawit, cabai merah, dan mi keriting. Di Maluku, komoditas penyumbang terbesar adalah cabai rawit, cabai merah, dan tahu merah. Sementara di Kalimantan Selatan, lonjakan harga dipicu oleh daging ayam ras, daging sapi, dan pisang.
Khusus wilayah Sumatera, kabupaten/kota dengan kenaikan IPH tertinggi adalah Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang mencatat kenaikan sebesar 3,22 persen. Komoditas penyumbangnya antara lain cabai merah, bawang merah, dan beras.
Sementara itu, di Pulau Jawa, hanya Kabupaten Probolinggo yang mencatat kenaikan IPH, yakni sebesar 0,55 persen, akibat naiknya harga beras dan daging sapi.
Kenaikan IPH tertinggi secara nasional terjadi di Kabupaten Panial, Papua Tengah, dengan nilai mencapai 7,19 persen. Seperti daerah lain, kenaikan ini juga didorong oleh lonjakan harga cabai merah dan cabai rawit.
Pudji menekankan perlunya intervensi dari pemerintah daerah untuk menekan lonjakan harga bahan pangan agar inflasi tetap terkendali.
“Kami harap ada langkah cepat di daerah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok,” ujarnya menandaskan.
Penulis: Aliman
Editor: Indra







