BATAM, DURASI.co.id – Penyidik Polresta Barelang terus mendalami kecelakaan kerja kapal Federal II di PT ASL Kota Batam yang menewaskan 13 pekerja dan melukai 18 lainnya.
Hingga sepuluh hari pasca kejadian, aparat kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik Polri.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan penyelidikan juga terus diperkuat keterangan saksi.
“Sudah ada 26 saksi yang kita periksa. Kemungkinan jumlahnya akan bertambah,” kata Kompol Debby, Sabtu (25/10/2025).
Sebelumnya, Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan penyelidikan.
“Kita mencari tahu apa yang sudah dilakukan penyidik Polresta Barelang, termasuk asistensi dari Polda Kepri,” kata Asep.
Laboratorium forensik Polri pun telah melakukan pemeriksaan mendalam terkait insiden tersebut. Kepolisian menyatakan tahap selanjutnya adalah gelar perkara, meski saat ini prosesnya masih pada tahap awal.
“Belum gelar perkara sampai tuntas, baru awal-awal saja,” ujar Asep.
Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga bermula saat sejumlah pekerja dari PT Rotary Engineer dan PT PTM melakukan pekerjaan panas (hot work) di dalam tangki Cargo Oil Tank (COT) kapal Federal II yang sedang diperbaiki, pada subuh 15 Oktober 2025. Api tiba-tiba muncul dari dalam tangki, memicu ledakan dan kebakaran besar di area kerja.
Tim keselamatan perusahaan segera melakukan pemadaman dan evakuasi, sehingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 05.00 WIB. Total 31 pekerja terdampak, dengan 13 orang meninggal dunia dan sisanya mengalami luka-luka.
Penulis: Ledi
Editor: Indra







