MADIUN, DURASI.co.id – Kantor Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, mendadak ramai digeruduk warga pada Senin malam, 12 Januari 2026. Kerumunan warga tersebut dipicu oleh penundaan mendadak pelaksanaan lelang tanah bengkok atau Tanah Kas Desa (TKD) yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung malam itu.
Warga yang datang ke kantor desa berniat menghadiri lelang sesuai undangan yang telah beredar di grup RT. Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa lelang Tanah Kas Desa akan dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, pukul 19.30 WIB, bertempat di Aula Kantor Desa Sidomulyo.
Namun, sesampainya di lokasi, warga justru mendapati pengumuman yang tertempel di pintu aula yang menyatakan bahwa lelang Tanah Kas Desa ditunda dan akan dilaksanakan pada Kamis. Penundaan tersebut disebut tidak disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat maupun melalui perangkat RT.
Salah satu warga berinisial L mengaku kecewa atas pembatalan sepihak tersebut.
“Iya Mas, saya datang ke kantor desa karena mengikuti undangan yang sudah dibagikan di grup RT. Namun, sampai di sini malah ada tulisan di pintu aula bahwa lelang ditunda tanpa ada pemberitahuan sebelumnya,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menyayangkan sikap pemerintah desa yang dinilai kurang transparan dan tidak menghargai waktu masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir.
Sementara itu, Kepala Desa Sidomulyo, Sumaji, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membenarkan adanya penundaan kegiatan lelang. Ia menyampaikan bahwa penundaan dilakukan karena masih terdapat berkas yang belum lengkap dan perlu dibenahi.
“Masih kurang dan ada yang harus dibenahi. Gih suwun,” tulis Sumaji.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak pemerintah desa terkait detail kekurangan berkas maupun upaya sosialisasi ulang kepada masyarakat terkait jadwal baru lelang Tanah Kas Desa tersebut. [Rofi]







