BANYUMAS, DURASI.co.id – Suasana sibuk dan penuh semangat di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, mendadak berubah menjadi kepanikan. Dentuman keras mengguncang area dapur pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, disusul teriakan relawan yang berlarian menyelamatkan diri.
Sebuah alat pengering ompreng yang digunakan dalam persiapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan meledak secara tiba-tiba saat relawan tengah menjalankan aktivitas rutin dapur. Pecahan kaca berhamburan, panas menyebar, dan sejumlah relawan terjatuh akibat benturan benda di sekitar lokasi.
Akibat insiden tersebut, sebanyak 24 relawan menjadi korban. Sebagian besar mengalami luka ringan, seperti goresan akibat pecahan kaca dan memar karena terhantam peralatan dapur. Namun, dua relawan harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lanjutan setelah mengalami keluhan serius pada kaki serta dugaan luka bakar ringan akibat paparan panas dari ledakan.
Salah seorang relawan yang enggan disebutkan namanya menuturkan, saat kejadian dapur dalam kondisi sangat aktif. Proses pencucian ompreng baru saja selesai dan relawan bersiap melakukan tahap pengeringan.
“Tiba-tiba terdengar suara seperti bom kecil. Keras sekali. Kaca pecah, semua panik, ada yang jatuh, ada yang langsung lari keluar,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari warga dan pengelola dapur.
“Setelah kami menerima informasi adanya suara ledakan cukup keras, anggota langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Di tempat kejadian memang ditemukan adanya ledakan yang berasal dari peralatan dapur,” kata Slamet.
Dari hasil pemeriksaan awal, ledakan diduga bersumber dari oven atau alat pengering yang digunakan dalam proses persiapan makanan di dapur SPPG. Alat tersebut diduga mengalami panas berlebih sebelum akhirnya meledak dan melukai para relawan yang berada di sekitarnya.
“Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Namun, sementara ini kuat dugaan bahwa alat pengering mengalami panas berlebih,” jelasnya.
Petugas medis dan relawan lain segera memberikan pertolongan pertama di lokasi. Korban dengan luka ringan mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan stabil.
Sementara itu, dua korban yang masih menjalani perawatan intensif diketahui bernama Asiyati dan Siti Marlina, warga Desa Krajan. Keduanya mengalami luka pada bagian kaki serta dugaan luka bakar ringan akibat paparan panas saat ledakan terjadi.
Hingga kini, aktivitas dapur SPPG di lokasi kejadian dihentikan sementara. Garis polisi telah dipasang di sekitar area alat pengering untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian menegaskan akan melakukan pendalaman menyeluruh guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Selain itu, evaluasi terhadap standar keselamatan kerja dan kelayakan peralatan dapur menjadi fokus utama agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi, mengingat dapur SPPG merupakan bagian vital dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. [Ikhwanudin]








