BATAM, DURASI.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) bergerak cepat melakukan perbaikan darurat pada pipa transmisi air bersih berdiameter 800 milimeter di jalur Simpang Plamo menuju Kepri Mall setelah terjadi kebocoran akibat pergeseran tanah.
Kebocoran tersebut diduga dipicu oleh kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan deras dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya, pipa yang sebelumnya telah diperbaiki kembali mengalami pergeseran dan kebocoran pada titik yang sama.
Dampak dari pekerjaan perbaikan ini mengharuskan penghentian sementara aliran air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Batam. Wilayah yang terdampak langsung meliputi Kelurahan Taman Baloi, Kelurahan Teluk Tering, Kelurahan Sukajadi, serta kawasan sekitarnya.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa PT Air Batam Hilir telah mengerahkan seluruh sumber daya teknis yang diperlukan untuk mempercepat proses penanganan kebocoran tersebut.
Meski demikian, proses perbaikan sempat menghadapi kendala cuaca. Saat tahapan dewatering atau pengurasan berlangsung, hujan deras kembali mengguyur lokasi pekerjaan sehingga memengaruhi aspek keselamatan tim teknis yang bekerja di area berlumpur.
“Waktu pengerjaan mengalami keterlambatan karena faktor keselamatan tim teknis di area berlumpur. Namun, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan selesai pada pukul 16.00 WIB dan air kembali mengalir dua jam setelahnya,” ujar Tuty pada Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, setelah proses dewatering selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penggalian lumpur, pengangkatan pipa yang rusak, pemasangan pipa baru, pemasangan baut las, pemasangan penyangga pipa, hingga tahapan pemulihan suplai air kepada pelanggan.
BP Batam dan Air Batam Hilir juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak agar segera menyiapkan cadangan air untuk memenuhi kebutuhan selama proses perbaikan berlangsung.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menyiapkan dan menampung cadangan air secukupnya,” katanya.
Tuty menegaskan, BP Batam akan terus menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses perbaikan di lapangan secara berkala kepada masyarakat.
“Dukungan dan pengertian dari masyarakat selama proses perbaikan ini sangat berarti demi menjaga keandalan jaringan air bersih di Kota Batam dalam jangka panjang,” tutupnya. [rud]








