DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Dharmasraya, Martin Effendi, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar.
Martin mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya pada Senin (5/10/2026) pukul 10.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 113. Sementara itu, Air Quality Index (AQI) berada pada angka 159.
“Artinya, kualitas udara di Dharmasraya saat ini berada dalam kategori tidak sehat dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat,” kata Martin, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh adanya titik panas di wilayah Dharmasraya. Berdasarkan pemantauan data spasial SiPongi Karhutla, sejumlah titik panas terdeteksi di kawasan perbatasan.
“Asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar terbawa angin dan masuk ke wilayah Dharmasraya. Kondisi itu menyebabkan kualitas udara menurun dan muncul kabut asap,” ujarnya.
Martin meminta masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Langkah tersebut penting untuk mengurangi paparan partikel polutan yang terdapat di udara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan,” katanya.
Ia juga meminta kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan kronis, mengurangi aktivitas di luar rumah.
Martin mengingatkan warga segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau nyeri tenggorokan.
“Kalau mulai merasakan gejala seperti batuk, sesak napas, mata perih atau iritasi, dan nyeri tenggorokan, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” tuturnya.
Martin menambahkan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan pergerakan titik panas.
Ia juga mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan agar kondisi kualitas udara tidak semakin memburuk.
“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Upaya ini penting agar kondisi asap tidak semakin parah dan risiko gangguan kesehatan, termasuk ISPA, dapat ditekan,” pungkasnya. [Sonia Chaniago]










