KARIMUN, DURASI.co.id – Bupati Karimun Iskandarsyah secara resmi membuka kegiatan pelatihan pemulihan trauma (trauma healing), manajemen kasus, serta pendampingan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Karimun ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas konsultan, pendamping, dan tenaga pelayanan masyarakat.
Dalam arahannya, Iskandarsyah menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam menangani krisis sosial di masyarakat. Ia menegaskan bahwa penanganan persoalan serius, seperti TPPO dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau hanya berfokus pada penyelesaian di tingkat hilir.
“Kita harus mengubah paradigma. Penanganan persoalan sosial seperti TPPO dan KDRT membutuhkan langkah-langkah konkret serta pemahaman masalah secara holistik dari hulu ke hilir. Pencegahan sejak dini melalui penguatan nilai-nilai agama, karakter, dan kasih sayang dalam keluarga merupakan fondasi utamanya,” tegas Iskandarsyah.
Lebih lanjut, Iskandarsyah mengaitkan keberhasilan penanganan masalah sosial dengan visi besar pembangunan daerah, yakni peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, fondasi masa depan Kabupaten Karimun yang lebih baik berakar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mencakup tiga pilar utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Kepada para peserta pelatihan, Iskandarsyah berharap mereka dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Dengan bekal kemampuan pemulihan trauma (trauma healing) dan manajemen kasus dari pelatih profesional, para pendamping dituntut untuk memberikan layanan yang tidak hanya mengutamakan ketepatan tindakan, tetapi juga mengedepankan empati.
“Para pendamping harus mengedepankan prinsip watawa saubil marhamah, yaitu saling berpesan untuk berkasih sayang. Hadirkan pelayanan yang sabar, responsif, dan penuh empati bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan pemulihan,” tambahnya.
Rangkaian acara pembukaan diakhiri dengan pengetukan palu sebagai tanda peresmian oleh Bupati Karimun Iskandarsyah, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan pembacaan pantun khas Melayu.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Karimun optimistis kualitas pelayanan publik, khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak, akan semakin optimal dan efektif serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan sosial masyarakat.










