Akibat Cekcok Soal Knalpot Brong, Dua Pemuda di Batam Jadi Korban Pengeroyokan

Para pelaku pengeroyokan saat diamankan di Mapolsek Lubuk Baja, Senin (17/3/25). Foto: Polsek Lubuk Baja

BATAM, DURASI.co.id – Empat pelaku pengeroyokan di depan Favorite Massage, Penuin, Lubuk Baja, Kota Batam, berhasil diringkus oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Insiden yang terjadi pada Minggu, 16 Maret 2025, dini hari sekitar pukul 03.00 WIB itu mengakibatkan dua pemuda mengalami luka serius.

Korban, Syah Putra Hariyanto (24) dan Manahan Pakpahan (19), menderita sejumlah cedera, termasuk gigi patah, lebam di kepala, serta luka di wajah dan tubuh akibat serangan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto, membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap empat pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut.

Baca Juga :  Masyarakat Karimun Terima Bansos dan Bantuan Alat Pertanian dari Pemprov Kepri

“Iya, benar, para pelaku telah kami tangkap. Satu orang diamankan di Pintu Air, Sei Beduk, dan tiga lainnya ditangkap di Kavling Sambau, Nongsa,” ungkap Iptu Noval, Selasa (18/3/2025).

Lebih lanjut, Iptu Noval menjelaskan bahwa aksi pengeroyokan itu bermula dari kesalahpahaman akibat suara bising knalpot brong sepeda motor yang dikendarai korban. Hal itu membuat para pelaku tersinggung, yang kemudian berujung pada cekcok hingga berakhir dengan pengeroyokan.

“Motifnya adalah kesalahpahaman dan cekcok terkait suara knalpot brong yang digunakan korban, yang kemudian memicu emosi para pelaku hingga nekat melakukan pengeroyokan,” jelasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun.

Baca Juga :  Perbaikan Pipa di Simpang Botania Masih Berlangsung

“Para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP karena melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang lain,” tegas Iptu Noval.

Dengan tertangkapnya para pelaku, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih mengendalikan emosi dan menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin agar kejadian serupa tidak terulang.

Penulis: Ledi
Editor: Indra