Riau  

Anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat Tegaskan Perjuangan Wujudkan Daerah Istimewa Riau

Anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat berfoto bersama pemangku adat usai pengukuhan LAMR dan LAN Kuansing, Ahad (8/6/25). Foto: Mcr/Durasi.co.id

KUANSING, DURASI.co.id – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Riau, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan komitmennya memperjuangkan pengakuan Daerah Istimewa Riau (DIR) sebagai bentuk penghormatan atas kekayaan budaya dan sumber daya alam daerah tersebut, yang diyakini akan memberikan manfaat besar bagi bangsa dan daerah.

“Pemberian status Daerah Istimewa bagi Riau bukan hanya sebuah kehormatan, tapi juga sebuah kebutuhan yang harus segera diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan budaya kita,” ujar Syahrul di hadapan ratusan pemangku adat saat menghadiri pengukuhan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dan Lembaga Adat Nogori (LAN) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada Ahad sore. Seruan Syahrul itu langsung disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Baca Juga :  Pemkab Kuansing Siap Bersinergi dengan TNI Sukseskan TMMD ke-127 Tahun 2026

Menurut Syahrul, Riau memiliki keunikan tersendiri dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun serta sejarah panjang membentuk daerah ini menjadi wilayah istimewa, khususnya dalam khazanah peradaban Melayu. Ditambah lagi, potensi sumber daya alam yang melimpah di Riau telah menjadi pilar penting dalam pembangunan negara, baik di masa lalu maupun masa depan.

“Riau bukan hanya kaya sumber daya alam, tapi juga kaya budaya. Ini adalah modal besar yang harus kita jaga dan banggakan bersama,” katanya.

Syahrul menegaskan sudah saatnya negara memberikan perhatian khusus kepada Riau melalui pengakuan sebagai daerah istimewa. Selain menjadi hak dan aspirasi masyarakat Riau, status tersebut juga sangat memungkinkan secara konstitusional.

Baca Juga :  Pemprov Riau Tunggu Pemberitahuan Resmi Soal Subsidi Gaji Rp1 Juta

Dia berkomitmen akan berjuang keras mewujudkan DIR, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Selama ini, ia aktif menggunakan hak interupsi di DPR RI sebanyak 11 kali, termasuk interupsi yang paling viral terkait Rempang di Kepri.

Sejalan dengan tekad Syahrul, puluhan pemangku adat yang hadir dalam acara tersebut turut menyuarakan dukungan dengan meneriakkan yel-yel perjuangan mewujudkan DIR, dipimpin Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Kuansing, Datuk Seri Aherson.

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyampaikan bahwa lembaga adat memiliki tugas besar ke depan, termasuk berperan aktif dalam upaya mewujudkan Daerah Istimewa Riau.

“Kita diamanahkan menjaga dan melestarikan adat, sekaligus memperjuangkan hak-hak masyarakat Riau. Salah satunya adalah mewujudkan Daerah Istimewa Riau yang selama ini sudah menjadi cita-cita bersama,” ujarnya. [Yopi]