Ansar Ahmad Bersama Nyanyang Haris Pratamura Tinjau Dapur SPPG di Karimun

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura meninjau Dapur SPPG di Jalan Oesman Nikolia, Karimun, Kamis (4/9/25). 

ADVETORIAL, DURASI.co.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, bersama Wakil Gubernur, Nyanyang Haris Pratamura, meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun, Kamis (4/9/2025). Kunjungan dilakukan di SD Negeri 013 Karimun di Jalan Teluk Air Nomor 02 dan SMA Negeri 1 Karimun di Jalan Raja Oesman Kapling, dengan didampingi sejumlah kepala OPD Pemprov Kepri.

Rombongan juga menyambangi Dapur SPPG di Ruko Nikolia, Jalan Oesman Kapling, yang menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di daerah tersebut.

Program MBG di Karimun direncanakan menyasar 60.980 penerima manfaat melalui 32 satuan pelayanan yang tersebar di 286 sekolah. Jumlah itu mencakup 21.316 siswa dari berbagai jenjang, mulai PAUD hingga SLB, serta 13.610 penerima tambahan dari kalangan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Baca Juga :  Batam Investment Forum Digelar, Bahas Masa Depan Kawasan Industri dan Perdagangan

Secara keseluruhan, Program MBG Provinsi Kepri menargetkan 516.149 penerima manfaat yang dilayani melalui 253 satuan pelayanan di 3.354 sekolah pada seluruh kabupaten/kota.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ansar menegaskan bahwa MBG adalah komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Ia berharap program tersebut konsisten dan terukur sehingga mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Program Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan anak-anak kita, tetapi juga investasi masa depan. Anak-anak yang sehat dan kuat akan menjadi generasi emas yang membawa Kepri lebih maju,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Nyanyang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas layanan gizi. Menurutnya, dapur pelayanan gizi yang hadir di setiap daerah dapat menumbuhkan kepedulian bersama dalam membangun budaya hidup sehat.

Baca Juga :  Operator Berganti, BP Batam Pastikan Pelayanan Penumpang di Pelabuhan Ferry Batam Centre Tetap Maksimal

“Ini bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga membangun kebiasaan sehat di lingkungan keluarga dan sekolah,” kata Nyanyang.