Banjir Rendam Bintan, 1.586 Jiwa Terdampak

Banjir di Kabupaten Bintan, Jumat (21/3/25). Foto: Rudi-Durasi.co.id

BINTAN, DURASI.co.id – Sebanyak 1.586 jiwa dari 721 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak dua hari terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, mengungkapkan bahwa banjir merendam dua kecamatan, yakni Bintan Timur dan Bintan Utara. Di Kecamatan Bintan Timur, sebanyak 288 KK dengan 744 jiwa terdampak, sementara satu KK mengalami dampak angin kencang. Sedangkan di Kecamatan Bintan Utara, banjir mempengaruhi 433 KK dengan 842 jiwa.

“Hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama menyebabkan banjir di beberapa wilayah, dengan genangan mencapai 30 sentimeter di Bintan Utara,” ujar Ramlah, Sabtu (22/3/2025).

Baca Juga :  Pilkada Kepri 2024, Partai Demokrat Pastikan Dukungan ke H Muhammad Rudi dan Marlin Agustina

Ia mengungkapkan, selain banjir, limpasan air dengan debit tinggi juga terjadi di sejumlah titik, termasuk kawasan Potong Ayam Kampung, Musholla Nurul Hasanah di Kampung Jeruk, serta Jalan Latif Taher menuju Kampung Bugis.

“Beberapa fasilitas umum dan sosial turut terdampak, seperti Pasar Berdikari Kijang, Pasar Baru Tanjunguban, serta Posyandu Bunga dan Polindes di Tanjunguban Timur,” ungkapnya.

Ramlah menyebutkan, sebagian warga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam hingga setinggi dada orang dewasa.

“Tercatat 110 jiwa mengungsi di Kecamatan Bintan Utara, dengan titik pengungsian di Gedung Nasional, Masjid Al-Hikmah, dan Posyandu Bunga Raya. Sementara itu, di Kecamatan Bintan Timur terdapat 15 jiwa yang mengungsi,” sebutnya.

Baca Juga :  Muhammad Rudi Pastikan Pembangunan Wilayah Hinterland Masih Jadi Prioritas

Lebih lanjut disampaikannya, untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, BPBD mendirikan dua dapur umum di Gedung Nasional dan Sei Mantang, RW 004. Bersama stakeholder terkait, BPBD juga melakukan Rapid Assessment guna menilai kerusakan, kerugian, serta kebutuhan dasar warga terdampak.

Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Dinas Sosial, Dinas Perkim, Dinas PU, TNI/Polri, dan unsur lainnya turut melakukan evakuasi warga, penyedotan air, serta pembersihan rumah dan jalan di daerah terdampak.

“Kami menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, dan pohon tumbang,” katanya.

Penulis: Rudi
Editor: Indra