Batam Diserbu Keramik Impor, Legalkah?

Redaksi Durasi
Keramik impor di gudang PT Sinar Cahaya Marmer. (Foto: Durasi.co.id)

BATAM, DURASI.co.id – Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara. Hal itu mempermudah masuknya sejumlah barang impor, di antaranya keramik.

Hampir semua gudang dan toko bangunan di Batam menyediakan keramik impor. Salah satunya terpantau di gudang milik PT Sinar Cahaya Marmer (SCM) yang terletak di Komplek Executive Center, Sei Panas, Kecamatan Batam Kota.

Di gudang PT Sinar Cahaya Marmer itu ditemukan berbagai jenis keramik impor, seperti marmer, granit dan nano glass.

“Di gudang milik PT SCM itu tersedia marmer, granit dan nano glass impor dari China (Tiongkok) dan Itali,” kata sumber terpercaya DURASI.co.id.

Baca Juga :  Kepala Ombudsman Kepri Apresiasi Pelayanan PLN Batam

Ia mengungkapkan, bahwa harga marmer, granit dan nano glass di gudang PT SCM mencapai Rp 1,2 juta hingga Rp 8 juta per meternya.

“Rata-rata dari China dan Itali. Dari Itali harganya lebih mahal karena bagus dan barangnya sedikit, kalau China stoknya banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, manajemen PT Sinar Cahaya Marmer, Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (28/8/2024) lalu, mengarahkan awak media untuk menghubungi manager PT SCM.

“Maaf pak, bisa dihubungi atasan saya saja,” ujarnya.

Sedangkan Manager PT Sinar Cahaya Marmer, Florencia yang dikonfirmasi sejak beberapa hari yang lalu melalui pesan WhatsApp, tidak merespon.

Sebagaimana diketahui, Batam menjadi target pengawasan Satgas Impor Ilegal yang dibentuk pemerintah pusat, karena maraknya peredaran barang ilegal.

Baca Juga :  ABH Informasikan Pekerjaan Terencana Interkoneksi Pipa di Jalur Bundaran Punggur-Nongsa, Ini Area Terdampak

Satgas Impor Ilegal ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 18 Juli 2024 lalu.

Adapun jenis produk impor yang diawasi Satgas Impor Ilegal yakni tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian jadi dan aksesoris, elektronik, alas kaki, kosmetik serta keramik. (redaksi)