Bebas Formalin dan Boraks, Takjil di Pasar Bawah Pekanbaru Aman Dikonsumsi

Petugas BBPOM Pekanbaru melakukan uji sampel makanan di laboratorium mobil keliling, Rabu (12/3/25). Foto: Ismail-Durasi.co.id

PEKANBARU, DURASI.co.id – Menjelang waktu berbuka puasa, pasar takjil menjadi tempat favorit masyarakat untuk berburu aneka makanan dan minuman.

Untuk memastikan keamanan pangan yang dijual, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru kembali menggelar intensifikasi pengawasan di sejumlah pasar Ramadan, termasuk di Pasar Bawah, Kota Pekanbaru.

Dalam kegiatan ini, BBPOM bekerja sama dengan dinas terkait untuk melakukan pengawasan terhadap produk makanan dan minuman yang beredar. Selain melakukan uji sampel, BBPOM juga memberikan edukasi kepada pedagang dan pengunjung mengenai keamanan pangan melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).

Kepala BBPOM Pekanbaru, Alex Sander, mengatakan KIE dilakukan dengan cara membagikan leaflet atau brosur tentang keamanan pangan serta melakukan sampling dan pengujian terhadap makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow. Edukasi juga mencakup informasi tentang tengkes atau stunting.

Baca Juga :  UNRI Kembali Kukuhkan Empat Guru Besar

“Tengkes adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga tubuhnya lebih pendek dibandingkan teman seusianya. Salah satu dampak jangka panjang dari stunting adalah meningkatnya risiko terkena penyakit degeneratif,” kata Alex, Rabu (12/3/2025).

Ia mengungkapkan bahwa dalam pengawasan kali ini, pihaknya telah menguji 15 sampel makanan dan minuman menggunakan mobil laboratorium keliling di area Pasar Takjil, Pasar Bawah, Pekanbaru.

“Dari 15 sampel pangan yang diuji menggunakan rapid test kit, seperti tahu goreng, mi goreng, tahu isi, piscok, tempe goreng, mi kuning basah, dan es buah, hasilnya tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya. Dengan kata lain, semuanya aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Penulis: Ismail
Editor: Indra