NATUNA, DURASI.co.id – Menjelang Idulfitri, Perum Bulog Natuna mengajukan tambahan stok beras sebanyak 1.000 ton ke pusat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras di dua gudang utama, yakni di Ranai dan Sedanau, serta menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
Kepala Bulog Natuna, Delly Bayu Putra, mengatakan bahwa saat ini stok beras yang tersedia mencapai 510 ton. Rinciannya, 150 ton berada di gudang Ranai, sementara sisanya tersimpan di gudang Sedanau.
“Permintaan sudah kami ajukan dengan rincian 800 ton untuk gudang di Ranai dan 200 ton untuk gudang di Sedanau,” kata Delly saat dihubungi, Rabu (12/3/2025).
Ia menyebutkan bahwa pengajuan tambahan stok dilakukan setiap kali cadangan beras mulai menipis. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi kelangkaan serta menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
“Permintaan ini kami sampaikan sekitar sepekan lalu,” ujar Delly menjelaskan.
Lebih lanjut, Delly menjelaskan, Bulog Natuna saat ini kembali menyalurkan beras kepada agen setelah sempat menunda distribusi pada 7 Maret 2025. Penundaan tersebut dilakukan berdasarkan instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna menjaga harga gabah petani lokal.
“Penyaluran beras akan berlangsung hingga 29 Maret 2025 untuk memastikan stok tetap tersedia selama Ramadan dan Idulfitri,” jelasnya.
Meski distribusi ke agen sudah dibuka, kata Delly, masyarakat masih belum bisa membeli beras secara langsung dari gudang Bulog.
“Selain itu, Bulog Natuna juga akan mendukung operasi pasar murah yang digelar oleh Pemkab Natuna pada Minggu (16/3/2025),” katanya.
Ia menambahkan, dalam operasi pasar murah tersebut, Bulog menyediakan tiga ton beras dengan harga Rp58.000 per lima kilogram.
“Kami siap mendukung upaya pemerintah dalam menekan harga pangan melalui operasi pasar murah,” ujarnya menandaskan.
Penulis: Ali
Editor: Indra










