JAKARTA, DURASI.co.id – Perum Bulog menyiapkan sistem pemesanan beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) melalui WhatsApp bagi pengecer. Inovasi ini dihadirkan untuk mempermudah transaksi, khususnya bagi pedagang lanjut usia yang kesulitan menggunakan aplikasi digital.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, banyak pengecer di pasar tradisional berusia lanjut sehingga kurang terbiasa menggunakan aplikasi Klik SPHP.
“Di kampung-kampung, pengecer itu sudah sepuh-sepuh. Kemarin kami cek di Semarang bersama Pak Menteri Pertanian, rata-rata usianya 70 tahun ke atas. Mereka kesulitan menggunakan ponsel,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Dengan sistem baru ini, pengecer cukup mengirim pesan melalui WhatsApp atau menyampaikan pesanan langsung kepada petugas Bulog yang ditugaskan di setiap pasar. Petugas kemudian akan mengoordinasi dan memasukkan data pemesanan ke aplikasi resmi.
“Nanti petugas Bulog yang mengoordinasi satu pasar, memasukkan data aplikasi. Jadi pengecer tidak perlu repot, cukup WA saja, ‘Mas, saya pesan sekian’. Lalu petugas yang akan input,” kata Rizal.
Untuk menjamin keabsahan pesanan, mekanisme pemesanan akan dilengkapi surat kuasa dari pengecer kepada petugas Bulog. Sistem ini, menurut Rizal, tengah diajukan ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk revisi kebijakan agar lebih praktis, tertib, dan inklusif.
Bulog menargetkan sistem ini dapat menjaga kelancaran distribusi beras SPHP sekaligus memastikan pendataan modern tetap berjalan. Beras SPHP yang disalurkan berasal dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), dengan rencana penyaluran sebanyak 1,3 juta ton pada periode Juli–Desember 2025.
Adapun harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP ditetapkan Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi), Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan), serta Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku dan Papua). [Zef]







