BENGKALIS, DURASI.co.id – Peran perempuan Huria Kristen Indonesia (HKI) seharusnya bukan lagi sekadar menjadi perempuan biasa. Akan tetapi, perempuan HKI harus menjadi aktor utama dalam transformasi sosial, ekonomi, dan budaya.
Demikian ditegaskan Bupati Bengkalis melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bengkalis dalam arahannya saat menghadiri Jambore Nasional Persatuan Perempuan Huria Kristen Indonesia Tahun 2025, yang bertempat di Gereja HKI Resort Khusus Kota Dumai, Jumat (27/06/2025).
Lebih lanjut, mantan Camat Pinggir tersebut menyampaikan bahwa keberadaan persekutuan perempuan HKI memiliki peran yang sangat strategis untuk bergerak bersama pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan daerah dan ekonomi yang lebih maju serta sejahtera, termasuk dalam pembangunan nilai keberagamaan antarumatt beragama yang ada di negara dan daerah kita ini.
Oleh karenanya, sambung Toha, kepada persekutuan perempuan HKI kami mengajak: mari kita bangun kolaborasi dan sinergi dalam program-program pembangunan yang dapat memajukan negara dan daerah ini dari berbagai sektor, terutama dalam program dan kegiatan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat, seperti pendidikan karakter, literasi digital, kewirausahaan, sosial, lapangan kerja, pemberdayaan perempuan, serta advokasi kebijakan publik yang pro-rakyat.
“Persekutuan perempuan HKI harus bisa mengembangkan kualitas dirinya dengan baik, bijaksana, dan kuat, berdasarkan ajaran Kristus, supaya perempuan HKI ke depannya memiliki kemampuan dan kesiapan untuk melayani sesama dengan kasih dan hikmat,” pungkasnya.
Terlihat hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Riau yang diwakili Karo Ekonomi Setda Riau, Jhon Armedi Pinem; Ketua DPRD Kota Dumai, Agus Miswandi; anggota DPRD Kota Dumai, Parluhutan Harianja; Kepala Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Armin Antoni Silaban; Ketua Pelaksana Jambore, Tiurma Hutagalung; serta jemaat HKI.







