CEO Media Riautodays Datangi Polres Inhil, Tuntut Klarifikasi soal Dugaan Pelepasan Lima Terduga Bandar Narkoba

CEO Riautodays, Yopi Agustriansyah menyerahkan surat klarifikasi kepada personel Polres Inhil, Kamis (29/5/25). Foto: Durasi.co.id

INHIL, DURASI.co.id – Langkah tak biasa diambil Chief Executive Officer (CEO) atau pimpinan media lokal Riautodays, Yopi Agustriansyah. Pada Kamis pagi (29/5/2025), ia mendatangi langsung Mapolres Indragiri Hilir (Inhil) untuk menyerahkan surat permintaan klarifikasi resmi terkait dugaan pelepasan lima terduga pelaku narkotika oleh aparat kepolisian setempat.

Kelima orang yang sebelumnya diamankan oleh aparat TNI disertai sejumlah barang bukti sekitar 41 gram sabu, alat hisap, timbangan digital, serta perlengkapan lain yang biasa digunakan dalam penyalahgunaan narkotika, diduga dilepas tanpa proses hukum lanjutan yang jelas setelah diserahkan ke Polres Inhil.

“Kami tidak bisa diam melihat informasi seperti ini berlalu begitu saja. Ada unsur kepentingan publik yang sangat besar dalam kasus ini. Maka, kami tempuh langkah resmi untuk meminta penjelasan,” ujar Yopi usai menyerahkan dokumen kepada petugas jaga.

Baca Juga :  Viral Polisi di Pekanbaru Ditikam, Begini Kejadiannya

Riautodays, melalui surat resmi bernomor I/RTS/SPK/5/2025, mengajukan lima pertanyaan krusial kepada pihak kepolisian, di antaranya:

1. Dasar hukum dan pertimbangan atas keputusan tidak menahan para terduga.

2. Status gelar perkara, jika ada.

3. Kendala hukum atau administratif dalam proses penanganan.

4. Mekanisme koordinasi antara TNI dan Polres.

5. Komitmen Polres Inhil terhadap akuntabilitas dan transparansi penegakan hukum.

Menariknya, surat tersebut juga ditembuskan ke berbagai institusi strategis seperti Kapolda Riau, Danrem 031/Wira Bima, Kompolnas, Ombudsman, serta Kapolri dan DPR RI Komisi III (Bidang Hukum, HAM, dan Keamanan).

Langkah ini dinilai sebagai bentuk dorongan terhadap integritas proses penegakan hukum, sekaligus tekanan moral terhadap lembaga kepolisian di daerah.

Baca Juga :  Pemprov Riau Kembali Berlakukan Penyekatan di Perbatasan Provinsi

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Polres Inhil. Namun, publik menanti kejelasan atas insiden yang mencederai semangat pemberantasan narkoba di daerah-daerah.

Kasus ini sekaligus menyoroti perlunya pengawasan publik yang lebih kuat terhadap proses penanganan perkara narkotika, termasuk memastikan tidak ada celah bagi praktik kompromi atau intervensi di luar jalur hukum. [red]