BATAM, DURASI.co.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Batam pada Senin (24/3/2025).
Mereka mendesak pemerintah daerah untuk menutup tempat hiburan malam (THM) yang masih beroperasi selama Ramadan, terutama pada malam Nuzulul Quran yang dianggap sakral oleh umat Islam.
Koordinator aksi, Bahtiar, menyatakan kekecewaannya terhadap lemahnya penegakan aturan. “Kami kecewa karena tempat hiburan malam masih buka di bulan Ramadan. Bagaimana pemerintah daerah menegakkan aturan,” ujarnya.
Para mahasiswa juga menyoroti kurangnya efektivitas razia yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Mereka mengklaim memiliki bukti bahwa beberapa THM tetap beroperasi meskipun ada larangan.
“Kami mahasiswa punya datanya. Kami lihat langsung THM itu beroperasi,” kata Bahtiar dengan lantang.
Dalam aksinya, mahasiswa menuntut tindakan tegas dari pemerintah guna menjaga kesucian bulan Ramadan dan memastikan ketenangan masyarakat yang menjalankan ibadah. Mereka berjanji akan terus mengawal isu ini hingga ada kebijakan yang lebih tegas.
“Kami akan terus berjuang agar Ramadan benar-benar menjadi bulan yang penuh berkah bagi umat Islam di Batam,” tegas Bahtiar.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam, Imam Tohari, menyatakan pihaknya telah mengingatkan pemilik THM untuk menaati aturan. Namun, diakui masih ada tempat hiburan yang tetap beroperasi.
“Kami akan evaluasi. Kami sambut baik antusiasme mahasiswa dalam memberikan kritik dan masukan,” ujar Imam Tohari.
Penulis: Salvia
Editor: Indra







