BATAM, DURASI.co.id – Seorang pria bernama M Agusno (44), warga Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya pada Kamis (23/10/2025) siang. Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi yang kerap memicu pertengkaran dengan istrinya.
Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh anak korban sekitar pukul 12.40 WIB.
Menurut keterangan polisi, sebelum kejadian, anak pertama korban baru pulang kerja sekitar pukul 12.30 WIB dari sebuah toko bangunan di dekat rumah. Saat tiba, ia sempat bertemu sang ayah yang menyampaikan pesan terakhir yang menggetarkan hati.
“Korban sempat berpesan kepada anaknya agar menjaga adik-adiknya dengan baik. Ia juga menyuruh anaknya untuk mengambil uang yang akan digunakan sebagai uang jajan,” ujar Iptu Noval, Jumat (24/10/2025).
Namun, dalam perjalanan, kedua anak korban merasa gelisah dan memutuskan untuk kembali ke rumah. Saat tiba, anak kedua korban naik ke lantai atas dan melihat tubuh ayahnya tergantung di dalam kamar, dengan leher terjerat tali nilon yang diikatkan pada kayu di bagian atap rumah.
“Melihat kondisi tersebut, anak-anak korban panik dan berusaha menolong dengan memotong tali yang menjerat leher ayahnya. Setelah diturunkan, mereka meletakkan tubuh korban di atas kasur,” jelas Noval.
Salah satu anak korban kemudian memeriksa nadi dan pernapasan sang ayah, namun tidak ada tanda-tanda kehidupan. Dalam keadaan panik, anak kedua segera memberi tahu ibunya yang sedang berada di rumah nenek mereka, tidak jauh dari lokasi kejadian.
Pihak keluarga kemudian menghubungi kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Lubuk Baja tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan kondisi korban. Jenazah M Agusno selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan kuat, korban meninggal akibat bunuh diri.
“Berdasarkan keterangan anak pertamanya, korban dan istrinya memang sering terlibat pertengkaran akhir-akhir ini karena persoalan ekonomi. Hal itu diduga menjadi pemicu korban nekat mengakhiri hidupnya,” kata Noval.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi mental dan tekanan hidup yang dihadapi keluarga maupun tetangga di lingkungan sekitar.
“Masalah ekonomi memang berat, tapi bunuh diri bukan jalan keluar. Kami berharap masyarakat lebih terbuka untuk mencari bantuan, baik dari keluarga, teman, maupun lembaga terkait,” tukas Iptu Noval.
Penulis: Simon
Editor: Aliman









