TANJUNGPINANG, DURASI.co.id – Suasana di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang sempat memanas pada Jumat (7/11/2025) setelah Kepala Lapas, Porman Siregar, diduga memukul seorang warga binaan berinisial Z yang kedapatan membawa telepon genggam saat razia. Tindakan tersebut memicu reaksi sejumlah narapidana lain yang tidak menerima insiden pemukulan itu.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau (Kepri), Aris Munandar, membenarkan adanya kericuhan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kondisi telah kembali kondusif setelah petugas melakukan penanganan secara persuasif.
“Benar, kemarin terjadi kericuhan di dalam Lapas. Situasi sudah dapat diatasi dengan pendekatan persuasif dan humanis. Saat ini warga binaan sudah kembali tenang,” ujar Aris saat dihubungi, Sabtu (8/11/2025).
Kericuhan berawal dari pelaksanaan razia rutin. Petugas menemukan telepon genggam milik Z, narapidana yang diketahui sudah beberapa kali melanggar aturan serupa. Diduga, emosi Porman Siregar tidak terkendali dan ia menampar Z di hadapan petugas lain.
“Emosi Kalapas tidak terkendali dan menampar napi tersebut,” lanjut Aris.
Tindakan itu memicu protes dari sejumlah narapidana lain. Namun kondisi berhasil diredam setelah petugas memberikan penjelasan dan menenangkan warga binaan.
Z merupakan narapidana kasus narkotika dengan vonis hukuman delapan tahun penjara. Ia sedang diperiksa untuk mengetahui asal telepon genggam yang dibawanya. Dari pemeriksaan awal, Z mengaku mendapatkan telepon itu dari seorang mantan narapidana yang telah bebas.
Pihak Ditjenpas saat ini juga menyelidiki dugaan keterlibatan oknum petugas dalam penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas.
“Jika ditemukan keterlibatan petugas, pasti akan ditindak tegas. Saat ini petugas Lapas juga dilarang membawa telepon genggam dan diwajibkan menyimpannya di loker,” tegas Aris.
Sementara itu, Porman Siregar telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya untuk kepentingan pemeriksaan internal oleh tim Kanwil Ditjenpas Kepri.
“Kalapas dinonaktifkan sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutup Aris.
Penulis: Rudi
Editor: Indra







