LINGGA, DURASI.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga mengirimkan surat resmi kepada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyusul tergulingnya kendaraan over dimension over loading (ODOL) di Pelabuhan Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Rabu (20/8/2025).
“Kami akan menyurati pihak ASDP, atas aktivitas truk ODOL yang sering masuk ini. Mungkin bisa jadi perhatian bersama dengan pihak Syahbandar,” kata Kadishub Lingga, Hendry Efrizal kepada wartawan.
Ia juga menjelaskan, truk yang terguling tersebut merupakan kendaraan ODOL. Menurutnya, insiden itu bukan karena kesalahan MB pelabuhan, melainkan kapasitas kendaraan yang melebihi batas sehingga tidak mampu menahan beban saat turun ke pelabuhan.
Kondisi tersebut berpotensi mempercepat kerusakan MB Pelabuhan Roro, karena kerap dilintasi oleh kendaraan ODOL. Akibat beban yang tidak sesuai standar, struktur pelabuhan menjadi lebih cepat aus, sehingga memperbesar risiko gangguan operasional dan keselamatan bagi kendaraan dan penumpang yang menggunakan jalur penyeberangan tersebut.
“Kita berharap kejadian serupa tidak terulang kembali setelah sejumlah bagian MB selesai diperbaiki,” katanya.
Insiden ini menjadi sorotan karena maraknya kendaraan ODOL dari Pelabuhan Roro Telaga Punggur Batam menuju Lingga maupun daerah lain yang melintas tanpa pengawasan. Dari pengamatan di lapangan, hampir setiap keberangkatan menuju Pelabuhan Roro Jagoh, Lingga, selalu ditemukan kendaraan dengan muatan berlebih.
Berdasarkan catatan DURASI.co.id, insiden kendaraan ODOL terguling di sejumlah pelabuhan Roro di Kepri, khususnya kendaraan yang berasal dari Pelabuhan Roro Telaga Punggur Batam, bukanlah hal baru. Pada 2 Januari 2018, sebuah truk ODOL pengangkut barang ekspedisi dengan nomor polisi BP 8335 BU terguling di Pelabuhan Roro Telaga Punggur. Kemudian, pada Januari 2025, sebuah mobil pickup ODOL yang membawa barang ekspedisi dari Batam menuju Lingga juga terguling di jalan menuju pelabuhan yang sama. Belakangan, satu unit mobil pickup bernomor polisi BP 8665 FY, bermuatan sembako dari Batam terbalik saat hendak keluar dari KMP Barau yang baru sandar di pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, Jumat 25 April 2025.
Puluhan kendaraan ODOL milik sejumlah pengusaha ekspedisi dengan tujuan Pelabuhan Roro Telaga Punggur-Pelabuhan Jagoh memiliki pola tersendiri. Mereka tidak masuk ke pelabuhan lebih awal sebagaimana mestinya. Kendaraan kelebihan muatan itu baru bergerak masuk sekitar 5-10 menit sebelum kapal Roro bertolak. Modus ini sengaja dilakukan untuk menghindari sorotan media sekaligus meminimalisasi peluang pemeriksaan petugas di pelabuhan. [red]







