BATAM, DURASI.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam memastikan tumpukan bawang bombai dan bawang Burma yang sempat viral karena dibuang di kawasan Tanjung Sengkuang, Batam, tidak mengandung pestisida berbahaya.
Kepala DKPP Batam, Mardanis, mengatakan, timnya langsung turun ke lokasi di Kampung Melcem, RT 02/RW 05, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, pada Senin (27/10/2025), sesaat setelah laporan diterima.
“Kemarin kami langsung mengambil sampel dan melakukan uji cepat. Alhamdulillah hasilnya negatif. Kalau ingin lebih sempurna memang perlu uji laboratorium, tetapi hasil ini sudah cukup menunjukkan bahwa bawang tersebut aman,” ujar Mardanis saat dikonfirmasi, Rabu (29/10/2025).
Ia menjelaskan, pengujian cepat dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan keamanan bahan pangan agar masyarakat tidak khawatir. Jika hasil uji cepat menunjukkan indikasi adanya pestisida berbahaya, DKPP akan menindaklanjutinya dengan pengujian laboratorium.
“Biasanya jika hasilnya positif, kami lanjutkan dengan uji laboratorium untuk memastikan kadar dan jenis zatnya,” jelasnya.
Menurut Mardanis, pemeriksaan dilakukan terhadap kemungkinan kandungan pestisida golongan organofosfat, yaitu jenis pestisida yang umum digunakan untuk membasmi hama tanaman, namun bersifat toksik jika dikonsumsi manusia dalam kadar tinggi.
“Tapi hasil uji cepat kemarin menunjukkan negatif, jadi aman,” tegasnya.
Meski demikian, DKPP bersama instansi terkait tetap akan menelusuri asal-usul bawang tersebut.
“Untuk sumber asalnya sedang diselidiki oleh pihak kepolisian. Kami dari DKPP hanya memastikan hasil uji cepatnya aman,” ujarnya.
Penulis: Ledi
Editor: Indra







