BATAM, DURASI.co.id – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) terus menggenjot pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau lebih dari 17 ribu siswa di berbagai wilayah. Hingga awal April 2025, enam dapur MBG aktif melayani kebutuhan gizi pelajar di lima kecamatan.
“Jumlah penerima manfaat mengacu pada data Dapodik, namun verifikasi di lapangan masih akan kami lakukan untuk memastikan data riilnya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Batam, Tri Wahyu Rubianto, Rabu (9/4/2025).
Enam dapur yang saat ini beroperasi tersebar di sejumlah lokasi strategis, yaitu Dapur Yayasan Darusholihin (Anggrek Mas 1, Batam Kota), Dapur Yayasan Yonkenedia (Panbil, Sei Beduk), Dapur Sinergi Inklusi Akses Pangan (Bengkong City, Bengkong), Dapur Yayasan Darusholihin (Greenland, Batam Kota dan Kampung Melayu Batu Besar, Nongsa), serta Dapur Yayasan Mataram Jaya Sentosa (Tiban, Sekupang).
Setiap dapur dirancang untuk melayani maksimal 3.500 siswa. Dengan target pembangunan 20 dapur hingga akhir 2025, Pemko Batam menargetkan program ini dapat menjangkau sekitar 57 ribu siswa, atau 19 persen dari total peserta didik di kota tersebut.
Tri menjelaskan, operasional dapur MBG dikoordinasikan oleh Badan Pangan Nasional (BGN) melalui Satuan Tugas Pangan dan Gizi (SPPG). Pemerintah Kota Batam juga telah mengajukan permohonan lahan tambahan kepada BGN melalui Pemerintah Provinsi Kepri untuk memperluas jangkauan layanan.
“Kami terus koordinasi dengan BGN agar lebih banyak mitra memenuhi syarat operasional MBG. Tujuannya agar distribusi makanan bisa lebih merata, apalagi di bulan Ramadan ini,” kata Tri.
Ia juga menyoroti antusiasme tinggi dari pelaku UMKM untuk bergabung dalam program ini. Sejumlah UMKM bahkan telah mendaftar secara mandiri untuk menjadi mitra penyedia makanan.
“Target kami masih 20 dapur, tapi bisa saja bertambah karena banyak UMKM yang antusias bergabung. Saat ini mereka sedang dalam tahap verifikasi oleh BGN,” ujarnya.
Penulis: Simon
Editor: Indra







