Hakim Pengadilan Agama Batam Sempat Dapat Surat Sebelum Diserang OTK

Pengadilan Agama Batam. (Foto: Ledi-Durasi.co.id)

BATAM, DURASI.co.id – Seorang hakim di Pengadilan Agama Batam, Gusnahari, menjadi korban pembacokan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) saat hendak berangkat kerja, pada Kamis (6/3/2025) kemarin.

Sebelum insiden itu terjadi, ia mengaku sempat menerima surat yang meminta agar dirinya diganti dalam sebuah perkara yang sedang berjalan.

Gusnahari mengatkan, bahwa keterangan terkait surat yang dikirim ke Pengadilan Agama ini telah dicantumkan dalam laporan kepolisian yang resmi dibuat olehnya pada Kamis (7/3/2025) di Unit Satreskrim Polresta Barelang.

“Ada yang mengirim surat ke Pengadilan Agama satu pekan lalu. Isinya meminta saya diganti sebagai hakim. Ini juga sudah menjadi bahan laporan ke polisi,” kata Gusnahari saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (7/3/2025).

Baca Juga :  Kesepakatan Bersama, KMP Sembilang Angkut 325 Penumpang Menuju Batam

Sebagai hakim yang baru bertugas selama dua tahun di Pengadilan Agama, Gusnahari menjelaskan bahwa dirinya selalu menyidangkan berbagai perkara, baik terkait perceraian, hak asuh anak, harta bersama, maupun ekonomi syariah.

“Tapi saya masih bertanya-tanya, apakah ini ada hubungannya dengan peristiwa kemarin atau tidak. Yang jelas, saya laporkan dulu,” katanya.

Mengenai penyerangan yang dialaminya kemarin, Gusnahari mengaku tidak menyangka bahwa pelaku nekat membacok tangannya saat ia hendak memasuki mobil yang diparkir sekitar 100 meter dari kediaman dinasnya.

“Saat itu, saya yang akan berangkat sekitar pukul 07.10 WIB baru saja memegang handle pintu mobil ketika tiba-tiba diserang oleh pelaku menggunakan senjata tajam,” bebernya.

Baca Juga :  Ceramah Aa Gym Meriahkan Peringatan Isra Mikraj di Kota Batam

Korban yang terkena sabetan di tangan kanannya langsung terjatuh dan menjerit, sehingga membuat pelaku panik dan segera melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor yang telah menunggunya sebelumnya.

“Setelah menebas tangan kanan saya, pelaku langsung naik ke motor yang sudah menunggu sejak tadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Polresta Barelang terus mendalami kasus tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap motif dan identitas pelaku.

Kasatreskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian, mengatakan ada saksi yang melihat saat Hakim Gusnahari dibacok oleh pelaku di lokasi kejadian.

“Saya sempat mewawancarai korban. Beliau (Hakim Gusnahari) sebelum berangkat ke kantor, sebelum menaiki mobil, ada yang menghampiri dan membacok lengan kanannya. Beliau sempat tersungkur, dan ada saksi yang melihat kejadian tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Silaturahmi dengan KKSS Kepri, Gubernur Sulsel Dorong Kerja Sama Kedua Provinsi

Debby menyebutkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada di tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat ini lebih dari dua orang saksi telah dimintai keterangan, dan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan berjalannya pemeriksaan. Kami juga akan meminta keterangan dari tetangga, RT, dan RW,” sebutnya.

Ia mengungkapkan bahwa dugaan pelaku lebih dari satu orang, tetapi pihaknya belum dapat menyimpulkannya karena pemeriksaan masih berlangsung.

“Mohon waktu, nanti jika ada informasi terbaru, akan kami sampaikan,” ujar AKP Debby Tri Andrestian.

Penulis: Ledi
Editor: Indra