BATAM, DURASI.co.id – Pada hari Senin, 16 Juni 2025, bertempat di ruang rapat RSUD Embung Fatimah telah berlangsung pertemuan antara Direktur RSUD Embung Fatimah, drg RR Sri Widjayanti S, beserta jajaran manajemen dengan pihak keluarga yang diwakili oleh ayah kandung M Alif, Suwanto.
Pertemuan ini bukan untuk saling menyalahkan, melainkan sebagai ruang saling mendengarkan antara pihak RSUD dan keluarga Alif. Pihak keluarga menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan RSUD yang dinilai masih jauh dari harapan. Meskipun Ananda Alif telah ditangani oleh tenaga medis di IGD sesuai prosedur, menurut keluarga, pelayanan yang diberikan belum memadai.
Direktur RSUD menyampaikan permohonan maaf atas kekecewaan yang dirasakan keluarga Alif dan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan, khususnya di IGD.
Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat menjadikan kejadian ini sebagai momentum perbaikan pelayanan RSUD di masa mendatang. Pertemuan diakhiri dengan saling bersalaman antara Suwanto dan Direktur RSUDEF, drg RR Sri Widjayanti S.
Keesokan harinya, Selasa, 17 Juni 2025, Direktur RSUDEF bersama Dewan Pengawas, Direksi, dan jajaran manajemen menyambangi rumah duka di Kavling Sei Lekop. Kedatangan pihak RSUD Embung Fatimah disambut baik oleh kedua orang tua Alif, Suwanto dan Zulfitra.
Suwanto, mewakili keluarga besar Ananda Alif, mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pihak RSUDEF sehingga dapat sedikit meringankan beban duka yang dirasakan keluarga.
“Harapan saya agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan, sehingga tidak terulang kembali di masa depan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, juga berlangsung dialog dengan masyarakat sekitar yang menyampaikan langsung kesan dan masukan terhadap pelayanan RSUD Embung Fatimah.
Direktur RSUD menyatakan bahwa semua masukan yang disampaikan merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan pelayanan RSUD Embung Fatimah sebagai rumah sakit daerah milik Pemko Batam. [red]







