ACEH TAMIANG, DURASI.co.id – Dampak banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan krisis air bersih bagi warga. Merespons kondisi darurat tersebut, Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (IKA Faperta Unmul) bersinergi dengan Himpunan Masyarakat Aceh Kalimantan Timur (HIMA Kaltim) melakukan aksi nyata dengan menyalurkan bantuan air bersih dan sembako ke titik-titik pengungsian.
Sinergi antara organisasi alumni asal Samarinda dan organisasi masyarakat Aceh Kalimantan Timur ini difokuskan pada penyediaan kebutuhan paling krusial, yakni air bersih, mengingat infrastruktur air di lokasi banjir mengalami gangguan serius.
Ketua IKA Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Fahrizal, yang akrab disapa Iboy, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk solidaritas lintas wilayah untuk membantu sesama anak bangsa yang tengah tertimpa musibah di Aceh Tamiang.
“Kami bergerak bersama IKA Faperta Unmul karena menyadari bahwa dalam kondisi bencana seperti ini, air bersih merupakan prioritas utama untuk mencegah berjangkitnya penyakit. Ini adalah amanah dari rekan-rekan di Kalimantan Timur untuk saudara-saudara kita di Aceh Tamiang,” ujar Iboy kepada Durasi.co.id, Rabu (17/12/2025).
Selain air bersih, bantuan yang disalurkan juga meliputi beras, mi instan, serta sejumlah bahan pokok lainnya.
“Kami akan terus hadir apabila saudara-saudara kami membutuhkan pertolongan. Kami selalu ada untuk membantu mereka yang sedang tertimpa musibah,” ungkapnya.
Iboy menambahkan bahwa aksi ini diharapkan dapat memicu semangat kepedulian yang lebih luas di kalangan alumni dan mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan pada masa mendatang.
“Kami berharap kehadiran bantuan ini dapat sedikit meringankan beban psikis dan fisik warga terdampak. Fokus kami saat ini adalah memastikan warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih di tengah kondisi lingkungan yang masih berlumpur,” ungkap pria kelahiran Langsa, Aceh, tersebut.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan menyisir beberapa kecamatan yang masih mengalami kesulitan akses air bersih.
Dijelaskan bahwa donasi tersebut berasal dari sejumlah rekanan, di antaranya Isfianto (Apin) dari Provinsi Riau, Adrian (Ayank) dari Pontianak, Presdiana dan Opay angkatan 1995 Samarinda, serta Yuki Chandra dari PT Bumi Karya Mentari Balikpapan.
“Tak lupa kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para koordinator, yakni Miswan, Izal TM, T. Riski, Iwan WJ, dan Nedy Saragih, yang selama ini telah membantu mendistribusikan bantuan ke sejumlah titik di Aceh Tamiang yang sulit mendapatkan air bersih,” tutupnya.
Penulis: Andre
Editor: Indra







