PEKANBARU, DURASI.co.id – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi Riau. Fachmi Amri, ayahanda dari Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Roni Rakhmat, berpulang pada Minggu (22/12/2024) dalam usia 78 tahun.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Pekanbaru. Sejak pagi hingga sore hari, rumah duka yang terletak di Jalan Gunung Raya, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, dipadati oleh pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Di antara para pelayat yang hadir, tampak sejumlah tokoh penting di Riau, seperti Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih, Abdul Wahid dan SF Hariyanto, serta Wali Kota Pekanbaru terpilih, Agung Nugroho. Selain itu, mantan Gubernur Riau, Syamsuar, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Wan Syamsir Yus, dan Yan Prana Jaya turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Usai disalatkan di Masjid Nurul Yakin, Jalan Hang Tuah Pekanbaru, jenazah almarhum kemudian dimakamkan di Pemakaman Akhirat, Jalan Hang Tuah Pekanbaru.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Pekanbaru, Roni Rakhmat, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para pelayat dan memohon maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan almarhum selama hidupnya. “Semua ini adalah takdir yang harus kita terima,” ujar Roni dengan nada sedih.
Ia mengungkapkan bahwa almarhum Fachmi Amri meninggal dunia pada Ahad dini hari. Roni berterima kasih atas kehadiran semua pelayat yang telah meluangkan waktu untuk mengantar jenazah.
“Semua itu adalah takdir, dan kami keluarga besar juga menerima hal ini, karena siapapun pasti akan menghadapi hal yang sama. Ini adalah kenyataan hidup bagi kita semua. Tentunya, apapun yang telah dilakukan di dunia pasti ada jalannya. Dengan lapang dada, atas nama keluarga besar kami mohon maaf,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau itu.
Gubernur Riau terpilih, Abdul Wahid, juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum Fachmi Amri. Ia mengenang sosok almarhum sebagai seorang pemimpin yang bijaksana dan inspiratif.
“Beliau adalah sosok yang sangat saya hormati. Kepergian beliau merupakan kehilangan besar bagi kita semua,” ucap Abdul Wahid.
Abdul Wahid menuturkan bahwa ketika takdir sudah menghampiri, manusia hanya bisa berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Beliau (Fachmi Amri) juga merupakan orang tua kami dan kami sering berbincang bersama beliau di Papandaan. Pada masa itu, almarhum memberikan banyak pesan dan kesan yang baik. Oleh karena itu, kami mengucapkan sabar kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Abdul Wahid.
Ia menambahkan bahwa sebagai manusia, kita tidak lepas dari salah dan khilaf. Abdul Wahid juga mendoakan agar almarhum ditempatkan di tempat yang paling mulia.
“Saya bersaksi bahwa beliau adalah orang yang baik. Kami doakan beliau mendapat perlindungan Allah di alam kuburnya, dan juga mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat, serta masuk surga Jannah. Amin ya rabbal alamin,” sebutnya.
Almarhum Fachmi Amri dikenal sebagai seorang birokrat handal yang telah mengabdikan diri untuk masyarakat Riau selama bertahun-tahun. Ia pernah menjabat sebagai camat di beberapa daerah di Riau, seperti Tembilahan, Mandau Duri, Bengkalis, dan Bangko, Bagansiapiapi.
Selain itu, almarhum juga pernah menduduki posisi sebagai Kasubdin di Dinas Pariwisata dan Dinas Kehutanan Provinsi Riau, serta menjabat sebagai Kepala Dinas Pasar dan Kepala Dinas Kebakaran di Kota Pekanbaru.
Selama hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang sederhana, pekerja keras, dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta integritas. Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi birokrasi Riau. Ratusan pelayat yang hadir dalam acara pemakaman menjadi bukti betapa besar jasa dan pengaruh almarhum bagi masyarakat Riau.







