Kampung Madong Jadi Lokasi Baru Proyek Ketahanan Pangan Maritim di Kepri

Kawasan pesisir Kampung Madong, Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang. (Foto: Alfin/Diskominfo Kepri)

TANJUNGPINANG, DURASI.co.id – Kampung Madong di Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, resmi ditetapkan sebagai lokasi proyek ketahanan pangan maritim. Penetapan ini menjadikan Madong sebagai kawasan percontohan kedua setelah Desa Pengudang di Kabupaten Bintan.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari Proyek Perubahan Ketahanan Pangan Maritim yang digagas Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwan Pandra Arsyad.

Sosialisasi program ini berlangsung pada Rabu (3/9/2025) dengan tema “Pengembangan Aliansi Strategis Kehumasan guna Membangun Ekosistem Ketahanan Pangan Maritim secara Kolaboratif dan Partisipatif di Wilayah Perbatasan”.

Madong dipilih karena memiliki karakteristik pesisir serupa dengan Pengudang. Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari laut, baik sebagai nelayan tangkap maupun pengelola tambak. Kawasan ini juga memiliki hutan mangrove yang kaya habitat, termasuk ketam, sehingga dinilai strategis dalam pengembangan produk perikanan.

Baca Juga :  Harris Barelang Batam Siapkan Momen Natal, Tahun Baru dan Staycation Tak Terlupakan di Desember 2025

Melalui proyek ini, masyarakat didorong tidak hanya menjual hasil laut mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Namun, sejumlah kendala masih ditemui, mulai dari sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), hingga hambatan pemasaran.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan produk perikanan Madong.

“Dinas KUKM siap membina serta memfasilitasi penerbitan SKP dan Good Manufacturing Practices (GMP) agar mutu dan keamanan produk terjamin,” tegasnya.

Lebih jauh, Riki menekankan pentingnya akses pasar. Produk olahan Madong akan diarahkan masuk ke jalur distribusi Koperasi Merah Putih, dengan syarat masyarakat bergabung ke dalam koperasi. Ia pun meminta lurah setempat membantu pembentukan kelompok usaha demi memperlancar pemasaran.

Baca Juga :  Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Apresiasi Upaya BP Batam Tingkatkan Kualitas Layanan Bongkar Muat

Sementara itu, Kombes Pol Zahwan Pandra menilai partisipasi warga dan pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam pengembangan proyek.

“Madong adalah bagian dari Pilot Project Kampung Pangan Laut (Kapal) yang telah dimulai di Desa Pengudang, dilanjutkan di Madong, dan berikutnya Desa Resun di Kabupaten Lingga,” ujarnya.

Pandra juga menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPOM Kepri agar produk olahan Madong bisa mendapatkan izin edar. Ia menekankan pentingnya empat prinsip dalam membangun ekosistem ketahanan pangan maritim yakni pentahelix, kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Komunikasi dan Kehumasan Diskominfo Kepri, Trio Andana, menilai proyek ini sebagai terobosan nyata praktik kehumasan.

“Komunikasi publik berperan sebagai penghubung berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, hingga masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan,” katanya.

Baca Juga :  Aktivitas Bongkar Muat Mikol di Ruko Nagoya Dipertanyakan

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Disperindag Kepri Fansuri, Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DP2KH Kepri Zullaika, Kabid Pengolahan dan Pemasaran DKP Kepri Ade Ovita, serta perwakilan organisasi dan pemerintah setempat. [Rudi]