Kasmarni Harap Tradisi Berzanji Marhaban Terus Hidup di Tengah Generasi Muda Melayu

Lomba Berzanji Marhaban yang ditaja LAMR Kecamatan Mandau, Jumat (22/8/25).

BENGKALIS, DURASI.co.id – Lomba Berzanji Marhaban se-Kabupaten Bengkalis Tahun 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali seni, budaya, dan tradisi Melayu Islam yang kian tergerus zaman.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bengkalis, Toharuddin, saat menghadiri lomba yang ditaja Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau, Jumat (22/8/2025), di Halaman Balai Adat LAMR Mandau.

Menurut Toharuddin, lomba ini tidak sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan juga upaya memperkuat khazanah budaya Melayu yang identik dengan Islam. Melalui pembacaan Kitab Barzanji, generasi muda diajak menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Kitab Barzanji menceritakan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sejak lahir hingga wafat. Dengan membacanya, selain berselawat, kita juga memperkokoh kecintaan kepada junjungan umat, Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini perlu dijaga agar diwariskan kepada anak cucu,” ujarnya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Hari ini Riau Nihil Kasus Covid-19

Ia menilai, derasnya arus modernisasi membuat tradisi pembacaan Berzanji Marhaban mulai terpinggirkan. Padahal sejak dulu, kegiatan ini menjadi bagian dari prosesi akikah maupun peringatan Maulid Nabi. Kini, sebagian tradisi itu kian hilang sehingga dikhawatirkan generasi muda Melayu lebih terpikat budaya modern ketimbang warisan religi leluhur.

“Oleh karena itu, melalui lomba ini, kami berharap seni membaca Berzanji Marhaban kembali bergema, bukan hanya di panggung perlombaan, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Toharuddin juga berharap lomba ini terus digelar secara berkesinambungan agar semakin memperkuat identitas budaya Melayu Islam di Negeri Junjungan.

“Untuk seluruh peserta, penggiat seni budaya, serta organisasi kepemudaan, teruslah berkreasi dan berinovasi dalam melestarikan adat serta budaya Melayu Islami. Dengan begitu, semangat keagamaan dan kebersamaan masyarakat akan semakin terjaga,” tutupnya.

Baca Juga :  Asap Karhutla di Kampar Picu Warga Terkena ISPA

Sebagai rangkaian kegiatan, juga dilaksanakan penanaman pohon buah-buahan di Halaman Balai Adat LAMR Kecamatan Mandau. [Inf]