BATAM, DURASI.co.id – Keluarga YFS (19), remaja asal Nias yang ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di kamar indekos Perumahan Greenland, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, menolak dilakukan autopsi. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (6/11/2025) sekitar pukul 16.45 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana, mengatakan hasil pemeriksaan awal oleh dokter rumah sakit forensik menunjukkan hanya terdapat luka jerat di leher korban, tanpa tanda kekerasan lain.
“Tidak ditemukan tanda kekerasan selain luka jerat di leher. Keluarga menolak autopsi,” kata Bobby saat dikonfirmasi, Sabtu (8/11/2025).
Korban yang merantau di Batam selama sekitar satu tahun itu pertama kali ditemukan tetangganya, RS, saat hendak berangkat kerja. RS terkejut melihat YFS sudah tidak bernyawa dengan leher terikat tali yang dikaitkan pada ventilasi pintu kamar.
Mengetahui kejadian tersebut, RS bersama pemilik indekos, ZF, segera menghubungi teman sekamar korban serta perangkat lingkungan setempat. Informasi itu kemudian diteruskan ke kepolisian, dan tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami apakah terdapat pesan terakhir atau penyebab remaja tersebut mengakhiri hidupnya. “Di lokasi kejadian tidak ditemukan surat atau catatan,” kata Bobby.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar serta memperhatikan teman, kerabat, atau keluarga yang mungkin sedang menghadapi masalah.
Berdasarkan catatan Durasi.co.id, dalam sebulan terakhir tercatat tiga kasus bunuh diri di Batam. Kasus pertama terjadi pada 16 Oktober 2025, seorang pria ditemukan tergantung di kawasan hutan Karmel, Sembulang. Kasus kedua menimpa seorang penjual bakso yang ditemukan tergantung di depan rumahnya pada 1 November 2025. Terbaru, pemuda asal Nias ditemukan tewas di Perumahan Greenland pada 6 November 2025.
Penulis: Ledi
Editor: Indra
Catatan redaksi: berita ini tidak bertujuan menginspirasi atau mendorong tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda sedang mengalami tekanan emosional, pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau membutuhkan tempat bercerita, jangan ragu mencari bantuan profesional. Konsultasikan kondisi Anda ke tenaga kesehatan jiwa seperti psikolog atau psikiater di rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan kesehatan mental.









