Kolom  

Kilas Balik 30 Tahun BADKO TPQ/LPQ Jawa Tengah

Ateng Chozany Miftah. (Foto: Dok Narasumber)

Oleh: Ateng Chozany Miftah

BADAN Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur’an/Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (BADKO TPQ/LPQ) Provinsi Jawa Tengah merupakan organisasi keagamaan yang berperan strategis dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an berbasis masyarakat. Sejak berdiri pada 1996, BADKO TPQ/LPQ telah menjadi simpul koordinasi, pembinaan, dan penguatan mutu lembaga pendidikan Al-Qur’an di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Sejarah BADKO TPQ/LPQ adalah sejarah pengabdian kolektif para pegiat Al-Qur’an yang bekerja dalam senyap, berlandaskan keikhlasan, serta berorientasi pada pembentukan generasi Qur’ani yang beriman, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan.

Kondisi Pendidikan Al-Qur’an Pra-BADKO

Pada dekade 1980-an, TPQ berkembang pesat di Jawa Tengah. Hampir setiap masjid dan mushala menyelenggarakan pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak. Namun, perkembangan tersebut belum diiringi dengan sistem kelembagaan yang rapi, standar mutu pembelajaran, serta koordinasi lintas wilayah.

Situasi ini menimbulkan kebutuhan mendesak akan wadah koordinasi di tingkat provinsi yang mampu:

  • Menyatukan visi dan gerak TPQ
  • Meningkatkan profesionalisme asatidz
  • Menjadi mitra strategis pemerintah

Fondasi Sejarah: TK Al-Qur’an, Iqra’ dan PUSPAQ

Tonggak awal BADKO TPQ/LPQ berakar dari berdirinya TK Al-Qur’an Raudhatul Mujawwidin di Semarang pada 1 Juli 1988 oleh KH. Dahlan Salim Zarkasyi. Disusul terbitnya Buku Metode Iqra’ karya KH. As’ad Humam yang merevolusi metode pembelajaran baca Al-Qur’an.

Kesadaran kolektif para pengajar kemudian melahirkan Forum Ukhuwah Silaturrahmi Pengajar Pendidik Al-Qur’an (PUSPAQ) di Semarang, yang menjadi embrio konsolidasi pengajar Al-Qur’an sebelum lahirnya BADKO TPQ tingkat provinsi.

Berdirinya BADKO TPQ Provinsi Jawa Tengah

BADKO TPQ Provinsi Jawa Tengah resmi terbentuk dan mulai beroperasi efektif pada 4 Mei 1996 (16 Dzulhijjah 1416 H). Pembentukan ini diprakarsai oleh Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Drs. H. Ali Muachor, dengan dukungan para tokoh dan aktivis pendidikan Al-Qur’an.

Kepengurusan awal telah terbentuk, namun dalam praktiknya belum berjalan optimal karena keterbatasan pendanaan dan kendala koordinasi.

Daftar Mantan Ketua Umum Badko TPQ/LPQ Provinsi Jawa Tengah

Berikut adalah daftar Ketua Umum BADKO TPQ/LPQ Provinsi Jawa Tengah secara kronologis, beserta catatan singkat kepemimpinannya:

  1. Drs. H. Toha Putra

Periode Awal (1996)
Merupakan Ketua Umum pertama BADKO TPQ Jawa Tengah. Pada masa ini organisasi baru terbentuk dan masih dalam tahap perintisan. Kepengurusan belum berjalan efektif karena keterbatasan sumber daya dan sistem organisasi yang belum mapan.

  1. Ibu Hj. Siti Maryam Ahmad

Periode 1996 – 2001
Periode 2001 – 2006

Ibu Hj. Siti Maryam Ahmad menjadi figur penting dalam sejarah BADKO TPQ Jawa Tengah. Di bawah kepemimpinannya selama dua periode, BADKO mulai:

  • Berjalan lebih efektif dan terstruktur
  • Menguatkan konsolidasi organisasi hingga kabupaten/kota
  • Membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Agama

Masa ini dikenal sebagai fase konsolidasi dan penataan organisasi.

  1. H. Ateng Chozany Miftah, SE, MSi

Periode 2006 – 2010
Periode 2010 – 2014
Periode 2014 – 2018
Periode 2018 – 2022

Empat periode kepemimpinan ini menjadi fase ekspansi, penguatan program, dan prestasi organisasi. Beberapa capaian strategis pada masa ini antara lain:

  • Road show pengenalan BADKO ke seluruh Pemda kabupaten/kota
  • Dukungan resmi Pemda dan Kemenag terhadap BADKO
  • Penyelenggaraan rutin FASI tingkat provinsi dan nasional
  • Penyusunan kurikulum TPQ dan LPQ
  • Perintisan PAUD TPQ dan pengembangan koperasi BADKO

BADKO TPQ Jawa Tengah berkembang menjadi organisasi yang mapan dan diakui secara luas.

  1. H. Drs. Sihabuddin, MM

Periode 2022 – 2026

Pada periode ini, BADKO TPQ resmi bertransformasi menjadi BADKO LPQ Provinsi Jawa Tengah, sejalan dengan kebijakan nasional pendidikan Al-Qur’an. Kepemimpinan beliau menitikberatkan pada:

  • Penyesuaian regulasi kelembagaan
  • Penguatan kurikulum LPQ
  • Konsistensi pembinaan pendidikan Al-Qur’an

Beliau wafat dalam masa kepemimpinan dan meninggalkan jejak pengabdian yang besar bagi BADKO LPQ.

  1. Drs. H. M. Nur Fawzan Ahmad, MA

Ketua Umum Antar Waktu (mulai 28 Desember 2025)

Pasca wafatnya Ketua Umum, melalui Rapat Pleno BADKO LPQ Provinsi Jawa Tengah, ditunjuk Ketua Umum Antar Waktu untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas organisasi hingga akhir periode.

Penghormatan kepada Para Pengurus yang Telah Wafat

Dalam perjalanan sejarahnya, BADKO TPQ/LPQ Jawa Tengah kehilangan sejumlah tokoh penggerak yang berjasa besar. Di antaranya:

  • Ustadz Fatquri Busyairi
  • Ustadzah Uswatun Hasanah
  • Ustadz Khumaidi
  • H. Drs. Sihabuddin, MM
  • Ustadz Mustaqim

Pengabdian mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah BADKO LPQ.

Penutup

Sejarah BADKO TPQ/LPQ Provinsi Jawa Tengah adalah sejarah kepemimpinan kolektif, kesinambungan perjuangan, dan keteladanan pengabdian. Pergantian Ketua Umum dari masa ke masa tidak memutus perjuangan, justru memperkaya dinamika dan memperkuat fondasi organisasi.

Dengan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan semangat hari ini harus lebih baik dari kemarin, BADKO LPQ Jawa Tengah diharapkan terus menjadi pilar utama pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan generasi Qur’ani di Indonesia.