KSOP Batam Periksa Kelaiklautan 91 Kapal Penumpang, Mayoritas Sudah Siap Operasi

Kepala KSOP Batam Takwim Masuku meninjau uji kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Sekupang, Senin (10/11/25). Foto: Salvia-Durasi.co.id

BATAM, DURASI.co.id – Menjelang masa angkutan laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam memperketat pemeriksaan kelaiklautan kapal penumpang di seluruh pelabuhan wilayah kerjanya. Dari hasil ramp check, sebanyak 85 persen kapal dinyatakan laik laut dan siap beroperasi.

Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, turun langsung meninjau pelaksanaan uji kelaiklautan dan pemeriksaan mandiri kapal penumpang di sejumlah pelabuhan utama, antara lain Pelabuhan Sekupang, Harbour Bay, Batam Center, dan Telaga Punggur, Senin (10/11/2025).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya KSOP Batam untuk memastikan seluruh kapal dalam kondisi aman dan siap melayani lonjakan penumpang selama periode libur Nataru.

Baca Juga :  12 Titik Perbaikan Jalan Rampung, BP Batam Terus Kebut Perbaikan Jalan Prioritas Lainnya

Uji kelaiklautan tidak hanya dilakukan oleh marine inspector dan petugas KSOP, tetapi juga melibatkan operator kapal melalui sistem pemeriksaan mandiri (self-inspection). Dalam sistem tersebut, operator wajib melakukan pengecekan awal terhadap kondisi kapal, alat keselamatan, serta kesiapan awak sebelum diverifikasi oleh petugas KSOP.

“Sistem pemeriksaan mandiri ini kami dorong untuk meningkatkan kesadaran, tanggung jawab, dan budaya keselamatan di kalangan pelaku usaha pelayaran,” ujar Takwim.

Ramp check dilaksanakan sejak 17 Oktober hingga awal November 2025. Dari total 91 kapal penumpang dan kapal ro-ro yang wajib diperiksa, 78 kapal atau sekitar 85,7 persen telah dinyatakan laik laut. Sementara itu, 13 kapal atau 14,3 persen lainnya masih dalam proses docking atau standby dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebelum masa angkutan Nataru dimulai.

Baca Juga :  Kado HUT ke-75, Kantor Baru Satpomau Diresmikan Danlanud Hang Nadim

Takwim menegaskan, KSOP Batam tidak akan berkompromi terhadap keselamatan pelayaran. “Kami memastikan seluruh kapal yang akan beroperasi telah memenuhi persyaratan laik laut dan memiliki sertifikat yang masih berlaku. Melalui pemeriksaan mandiri, kami dorong operator untuk lebih proaktif memastikan kapalnya aman sebelum berlayar,” katanya.

Selain memperketat pengawasan lapangan, KSOP juga meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk menjamin kelancaran arus penumpang selama masa liburan Natal dan Tahun Baru.

Dari hasil inspeksi, KSOP Batam masih menemukan beberapa operator yang menjual tiket secara manual. Takwim pun mendorong agar seluruh operator segera beralih ke sistem digital.

“Kami sarankan operator menggunakan sistem penjualan tiket dan check-in daring. Dengan begitu, penumpang tidak perlu bolak-balik ke loket dan dapat mengetahui harga tiket dengan cepat,” jelasnya.

Baca Juga :  BPS Bersama Bea Cukai Batam Kunjungi Perusahaan, Tinjau Pengelolaan Data Demi Statistik yang Semakin Akurat

KSOP Batam memastikan jumlah armada kapal penumpang yang beroperasi sebanyak 91 unit. Jumlah ini dinilai mencukupi untuk melayani lonjakan penumpang selama liburan Natal dan Tahun Baru.

“Insya Allah jumlah ini mencukupi untuk melayani angkutan masa libur Nataru 2025/2026,” ucap Takwim.

Penulis: Salvia
Editor: Aliman