Pekabaru Resmi Larang Kantong Plastik di Semua Sektor Usaha

Ilustrasi penggunaan kantong plastik. (Foto: Istock)

PEKANBARU, DURASI.co.id – Larangan kantong plastik sekali pakai resmi berlaku di Pekanbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai mewajibkan seluruh pelaku usaha mengganti kantong plastik dengan bahan ramah lingkungan sebagai upaya menekan timbunan sampah plastik yang terus meningkat di Kota Bertuah.

Kebijakan tersebut diterapkan di berbagai sektor, mulai dari pusat perbelanjaan, ritel modern, toko mandiri, pasar rakyat, hingga usaha kuliner seperti rumah makan, kafe, restoran, dan jasa boga. Setiap pelaku usaha diwajibkan meniadakan kantong plastik sekali pakai dan beralih ke alternatif yang lebih berkelanjutan.

Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid, menyatakan pihaknya menyambut baik langkah tegas Pemko. Ia menilai kebijakan itu menjadi instrumen penting untuk menekan volume sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan besar di Pekanbaru.

Baca Juga :  PWI Bengkalis Berbagi Ratusan Paket Takjil untuk Masyarakat

“Tentu ini langkah yang sangat positif dari Pemko Pekanbaru. Kami juga mengimbau masyarakat dan para pelaku ritel untuk berkolaborasi dan segera mengurangi penggunaan plastik,” kata Isa, Rabu (3/12/2025).

Meski demikian, Isa menegaskan bahwa regulasi semata tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah plastik. Menurutnya, partisipasi aktif dan perubahan perilaku masyarakat memegang peran penting dalam keberhasilan kebijakan ini.

“Ini masih menjadi catatan besar dalam penyelesaian limbah di Kota Pekanbaru. Kita berharap partisipasi masyarakat dan pemerintah kota terus mendorong pembatasan plastik dan beralih ke bahan yang alami, dapat didaur ulang, atau digunakan kembali,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kebiasaan warga yang kerap berbelanja tanpa membawa wadah sendiri sehingga pedagang merasa perlu menyediakan kantong plastik. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi tantangan terbesar dalam penerapan aturan di lapangan.

Baca Juga :  Bupati Bengkalis Halal Bihalal dengan IKA-UNRI

“Ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat. Ketidakbiasaan membawa sarana untuk menampung barang belanjaan membuat pedagang terpaksa menyediakan plastik. Jadi perlu kesadaran bersama. Jika masyarakat sudah sadar dan terbiasa membawa tas belanja sendiri, ini akan jauh lebih memudahkan pedagang,” katanya.

Penulis: Haykal
Editor: Indra