BATAM, DURASI.co.id – Seorang pemuda berinisial YSF ditemukan tewas tergantung di kamar kosnya di Perumahan Greenland, Batam Kota, pada Kamis (6/11/2025) sore. Peristiwa itu mengejutkan warga sekitar dan kini menjadi perhatian kepolisian.
Kamar kos dengan cat biru dan pintu kayu putih itu diberi garis polisi setelah penemuan jasad pria kelahiran Nias tahun 2006 tersebut.
Warga sekitar, yang namanya tidak dipublikasikan menuturkan kejadian itu terjadi sekitar pukul 16.45 WIB.
“Iya, kemarin sore ramai. Dia ngekos di sini sudah lama dan bekerja di gym One Batam Mall. Y ini anaknya pendiam,” katanya, Jumat (7/11/2025).
Warga itu menambahkan, korban terkadang duduk bersama rekannya di teras atau bermain gitar. “Namanya anak muda, kadang duduk-duduk di teras sama kawannya, kadang main gitar,” kata dia.
Menurut penuturan warga, pemuda berusia 19 tahun itu mengakhiri hidupnya dengan seutas tali yang dikaitkan pada ventilasi pintu depan kos. “Yang pertama tahu itu kawan kos sebelahnya. Pas mau berangkat, kaget melihat anak ini sudah meninggal,” imbuhnya.
Warga mengaku tidak mengetahui apakah korban memiliki masalah akhir-akhir ini. “Anaknya baik, hanya pendiam. Kami kurang tahu. Dengar-dengar, siang itu dia juga mau bayar kos,” ungkapnya.
Kini lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi, meskipun beberapa penghuni kos masih menempati kamar mereka.
Melalui unggahan resmi di media sosial, pihak Gymnastic Indonesia, tempat korban bekerja, menyampaikan belasungkawa. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu; dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Yohanes 14:27,” tulis perusahaan tersebut.
Penulis: Ledi
Editor: Indra
Catatan redaksi: berita ini tidak bertujuan menginspirasi atau mendorong tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda sedang mengalami tekanan emosional, pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau membutuhkan tempat bercerita, jangan ragu mencari bantuan profesional. Konsultasikan kondisi Anda ke tenaga kesehatan jiwa seperti psikolog atau psikiater di rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan kesehatan mental.







