NATUNA, DURASI.co.id – Upaya mencari seorang anak buah kapal (ABK) KM Antena bernama Helmi yang hilang di perairan Natuna masih terus berlangsung hingga hari keempat.
Tim gabungan dari Basarnas Natuna, TNI, Polri, dan masyarakat setempat terus menyisir wilayah laut tempat korban dilaporkan hilang.
Korban, Helmi, pria asal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, dilaporkan hilang pada Jumat (14/11) pagi saat kapal dalam perjalanan menuju Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur.
Kepala Basarnas Natuna, Abdul Rahman, menyampaikan bahwa pencarian hingga hari ini belum membuahkan hasil. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Helmi sejak laporan awal diterima.
“Pencarian masih nihil, petugas belum mendapatkan tanda-tanda adanya korban,” kata Abdul Rahman, Senin (17/11/2025).
Tim gabungan memperluas area pencarian dengan menelusuri jalur yang dilalui KM Antena sebelum tiba di Kuala Maras. Setiap titik yang dicurigai sebagai lokasi kemungkinan jatuhnya korban dipetakan dan diperiksa.
“Kapal berangkat dari Tanjungpinang. Kami mencari dari titik awal hilangnya korban di Pulau Ayam hingga Kuala Maras,” jelasnya.
Selain kapal cepat, perahu karet dikerahkan untuk menjangkau area sempit, celah karang, hingga garis pesisir yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus. Kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi hambatan karena gelombang laut kerap meninggi.
Basarnas juga bekerja sama dengan nelayan setempat. Nelayan yang melintas di kawasan tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan jika menemukan benda atau tanda mencurigakan yang mungkin berkaitan dengan korban.
Abdul Rahman menambahkan bahwa Helmi memiliki riwayat epilepsi, dan faktor ini turut dipertimbangkan dalam analisis pencarian.
“Dia memiliki riwayat epilepsi, sehingga kemungkinan ia terjatuh akibat kambuh saat beraktivitas di kapal tidak dapat dikesampingkan,” ujarnya.
Hingga kini, operasi pencarian terus diperluas. Basarnas memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk menemukan Helmi dan memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu dalam penuh harap.
Penulis: Fitri
Editor: Indra







