BATAM, DURASI.co.id – Penyidikan ledakan kapal MT Federal II di galangan PT ASL Shipyard, Batam, telah memasuki fase penentuan tersangka setelah pemeriksaan lebih dari 40 saksi.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, menegaskan bahwa kasus ini tetap menjadi perhatian serius kepolisian.
“Terkait kejadian kapal ini, pemeriksaan saksi berlangsung alot karena banyak hal teknis yang harus dicocokkan,” kata Kombes Pol Zaenal, Sabtu (15/11/2025).
Menurut Zaenal, penyidikan telah memasuki tahap penyidikan (sidik) dan saat ini berada pada fase penentuan sebelum penetapan tersangka. Hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor) masih ditunggu untuk memperkuat konstruksi penyebab ledakan.
“Sidik sudah berjalan. Kami masih menunggu beberapa hal dari Labfor untuk memperkuat hasil penyidikan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian masih mencari waktu yang tepat untuk melaksanakan gelar perkara, tahap penting yang menentukan arah pertanggungjawaban pidana dalam kasus yang menewaskan 14 pekerja itu.
“Federal II ini sedang kami persiapkan gelar perkara. Setelah semua data sinkron, baru bisa kami lakukan,” tegas Zaenal.
Pemeriksaan saksi mencakup pekerja lapangan, teknisi, mandor, petugas keselamatan kerja, pihak manajemen, hingga unsur pengawasan dari instansi pemerintah. Polisi menilai pendalaman menyeluruh diperlukan untuk menentukan pihak yang paling bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Zaenal menegaskan bahwa penyidikan dilakukan secara profesional dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.
“Kami ingin hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Penetapan tersangka tidak boleh tergesa-gesa dan harus sesuai dengan alat bukti,” katanya.
Ledakan kapal tanker MT Federal II masih menjadi sorotan publik. Tragedi pada 15 Oktober 2025 itu menewaskan 14 pekerja serta melukai puluhan lainnya.
Penulis: Ledi
Editor: Indra







