PLN Batam Gelar Konsultasi Publik Terkait Usulan Penyesuaian Tarif Listrik

PLN Batam menggelar konsultasi publik terkait usulan penyesuaian tarif listrik, Selasa (25/11/25). Foto: Dok PLN

BATAM, DURASI.co.id – PT PLN (Persero) Batam menggelar konsultasi publik terkait usulan perubahan regulasi tarif tenaga listrik, sebagai tindak lanjut amanah Undang-Undang Cipta Kerja dan penyesuaian Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2017 menjadi peraturan menteri. Forum yang berlangsung Selasa (25/11/2025) ini menghadirkan perwakilan pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, akademisi, pelanggan, dan masyarakat.

Koordinator Tarif dan Subsidi Listrik, Syariffuddin Achmad, mewakili Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, menjelaskan bahwa PLN Batam dibentuk untuk mengelola kelistrikan secara menyeluruh guna mendukung ekspansi investasi di Kota Batam. Dengan kewenangan yang lebih luas, PLN Batam berperan sebagai miniatur PT PLN (Persero) dari hulu hingga hilir.

Ia mengapresiasi komitmen PLN Batam dalam memenuhi pertumbuhan kebutuhan energi. Menurutnya, keberlanjutan dan keandalan sistem kelistrikan menjadi prioritas bagi dunia usaha sehingga dukungan regulasi dan penguatan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk memenuhi permintaan listrik yang meningkat.

Syariffuddin menegaskan bahwa tarif listrik di Batam masih berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2017. Seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, kewenangan penetapan tarif berada pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan persetujuan DPR RI. Penetapan tarif harus mempertimbangkan kepentingan nasional, daerah, konsumen, dan pelaku usaha, serta menjaga iklim industri ketenagalistrikan yang sehat.

Baca Juga :  Muhammad Rudi Pastikan Pembangunan Wilayah Hinterland Masih Jadi Prioritas

“Tarif listrik merupakan instrumen penting untuk mendorong pembangunan yang berkeadilan dan memastikan keberlanjutan pasokan, terutama bagi sektor industri, pusat data, dan bisnis yang membutuhkan keandalan tinggi,” ujar Syariffuddin.

PLN Batam terus memperkuat infrastruktur melalui pembangunan saluran transmisi, gardu induk baru, program anti-blackout, perluasan jaringan distribusi, dan peningkatan layanan penyambungan yang lebih cepat dan berkualitas.

Mewakili Direktur Utama PLN Batam, Direktur Operasi Dinda Alamsyah menyatakan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus fondasi utama pertumbuhan ekonomi Batam sebagai kawasan industri dan investasi. Oleh karena itu, keberlanjutan pasokan dan kepastian regulasi menjadi dua pilar penting.

“Usulan tarif ini tidak berdampak langsung pada hampir seluruh pelanggan. Hanya 9 dari 396 ribu pelanggan yang terdampak. Langkah ini merupakan penataan agar struktur tarif lebih adil, tepat sasaran, dan menjaga keberlanjutan sistem kelistrikan Batam,” jelas Dinda.

Baca Juga :  Muhammad Rudi Ajak GP Ansor Batam Tingkatkan Solidaritas

Ia menambahkan bahwa pemerintah mendorong penyesuaian regulasi agar tata kelola energi semakin terpadu, profesional, dan memiliki legitimasi nasional yang kuat.

Pada sesi teknis, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PLN Batam, Raditya Surya Danu, memaparkan dampak perubahan regulasi terhadap struktur tarif. Ia menegaskan bahwa tarif untuk pelanggan sosial, rumah tangga, bisnis, pemerintah, serta industri I-1 dan I-2 tetap mengacu pada tarif sebelumnya dan penyesuaian triwulan III tahun 2025.

“Tidak ada perubahan biaya bagi pelanggan umum. Masyarakat tidak perlu khawatir; layanan listrik tetap andal, efisien, dan tarifnya sama seperti saat ini,” ujar Raditya.

Bagi pelanggan industri I-3, tidak ada perubahan tarif dasar, tetapi ada penyempurnaan formula konsumsi melalui penambahan Blok III, yang memberi fleksibilitas lebih besar bagi industri dalam mengatur operasional dan produksi.

Baca Juga :  Ke Batam, Pemkab Klaten Studi Tiru Pengelolaan PSPK hingga Inovasi Yanlik dan Moderasi Beragama

Usulan perubahan tarif diberlakukan khusus untuk tiga kategori layanan: Pemilik Wilayah Usaha (PWU), Kerja Sama Operasi (KSO), dan pusat data (data center). Menurut Raditya, penyesuaian ini diperlukan untuk memastikan kualitas layanan dengan standar lebih tinggi bagi kategori pelanggan tersebut.

PLN Batam mengapresiasi seluruh peserta forum yang memberikan masukan. Berbagai rekomendasi akan dirangkum sebagai bagian dari penyusunan regulasi final tarif tenaga listrik yang baru. “Usulan ini bukan sekadar penyesuaian administratif, tetapi langkah strategis untuk memastikan pasokan listrik Batam tetap adil, andal, dan berkelanjutan. Masukan hari ini sangat berarti sebagai fondasi bagi masa depan Batam sebagai pusat industri dan investasi,” ujar Raditya menutup kegiatan.

Dengan semangat Adil, Andal, dan Berkelanjutan, PLN Batam menegaskan komitmen menghadirkan layanan kelistrikan terbaik bagi masyarakat dan mendukung visi Batam sebagai kota modern serta pusat ekonomi nasional.

Penulis: Ledi
Editor: Indra