Proyek Pembangunan Gedung TRAIN Politeknik Negeri Batam Senilai Rp57 Miliar Molor

Proyek pembangunan Gedung TRAIN Politeknik Negeri Batam. (Foto: Durasi.co.id)

BATAM, DURASI.co.id – Proyek pembangunan Gedung Teknologi Rekayasa Industri (TRAIN) SBSN Politeknik Negeri Batam senilai Rp57.442.050.000 atau Rp57 miliar molor.

Proyek tersebut seharusnya selesai pada Desember 2024. Namun, berdasarkan pantauan DURASI.co.id, Kamis (30/1/2025) sejumlah pekerja masih terlihat sibuk mengerjakan Gedung TRAIN di Politeknik Negeri Batam itu.

Sebagai informasi, proyek yang bersumber dari surat berharga syariah negara (SBSN) Politeknik Negeri Batam tahun anggaran 2024 ini dikerjakan oleh PT Anugerah Bangun Kencana kerja sama operasi (KSO) PT Intan Karya Indonesia, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bambang Hendrawan, yang juga menjabat Direktur Politeknik Negeri Batam.

Pembangunan Gedung TRAIN Politeknik Negeri Batam terdiri dari bangunan 4 lantai dan 1 lantai dak dengan luas total sekitar 10.545 m², meliputi ruang teaching factory, laboratorium, workshop, PBL workspace, dan fasilitas umum lainnya. Panjang bangunan mencapai 192 m, lebar 13,2 m, dan tinggi keseluruhan bangunan mencapai 21 m.

Baca Juga :  Jalin Silaturahmi, Biro HPP BP Batam Gelar Fun Futsal

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya pemenang proyek pembangunan TRAIN Politeknik Negeri Batam adalah PT Karya Bangun Mandiri Persada. Namun, perusahaan tersebut masuk dalam daftar hitam (blacklist) akibat proyek pembangunan rumah susun aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun anggaran 2024, dengan nilai proyek sebesar Rp79 miliar. Sehingga pemenang berikutnya, yaitu PT Anugerah Bangun Kencana KSO PT Intan Karya Indonesia ditunjuk untuk mengerjakan proyek tersebut.

Sementara itu, Tim Teknis Politeknik Negeri Batam, Alex yang mewakili Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan mengakui bahwa pengerjaan proyek tersebut molor dari target.

“Belum, masih pemberian kesempatan karena belum selesai ditambah waktu 90 hari,” kata Alex saat ditemui di ruang rapat Politeknik Negeri Batam.

Baca Juga :  Korea Selatan Minati Industri Re-refine Waste Machinery Oil Pertama di Batam, BP Batam Siap Dukung Penuh

Ia mengemukakan proyek pembangunan TRAIN di Politeknik Negeri Batam dimulai pada 30 Mei 2024 dan dijadwalkan selesai pada Desember 2024. Selain itu, Alex juga mengakui bahwa beberapa material bangunan proyek berasal dari luar negeri, karena tidak semua material tersedia di dalam negeri. Namun, ia tidak dapat merinci jumlah material yang berasal dari luar negeri, dengan alasan tidak ingat.

“Kalau yang awal (PT Karya Bangun Mandiri Persada) diblacklist dulu di NTB. Itu Pokja-nya dari kementerian ya, bukan dari Politeknik pemilihannya itu,” kata Alex.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari PT Anugerah Bangun Kencana maupun PT Intan Karya Indonesia. Awak media telah berupaya mengonfirmasi ke lokasi proyek, namun saat itu tidak ada pihak perusahaan yang dapat dimintai keterangan. (red)