Semangat Anak Pulau Batam Berkibar di Hinterland Festival 2025

Hinterland Festival di Pulau Terong, Kecamatan Belakang Padang, Batam, Selasa (4/11/25). Foto: Salvia-Durasi.co.id

BATAM, DURASI.co.id – Semangat anak-anak pulau kembali bergelora, Hinterland Festival 2025 resmi digelar dengan tema “Menggapai Asa Sejuta Cerita” pada November 2025. Festival ini berlangsung di Pulau Terong, Pulau Geranting, dan Pulau Pecong, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Selasa (4/11/2025).

Kegiatan yang telah memasuki tahun keduanya ini merupakan inisiatif dari tiga kepala sekolah hinterland, yakni Ramadhanu Istahara Mubaraq (Kepala SMPN 55 Pulau Terong), Kepala SMPN 33 Batam, dan Kepala SMPN 48 Batam. Mereka menggagas acara ini pada tahun 2024 dengan tujuan memberikan ruang bagi pelajar hinterland Batam untuk menampilkan prestasi di bidang olahraga dan seni.

“Anak-anak di pulau-pulau memiliki semangat luar biasa. Melalui Hinterland Festival, kami ingin memberikan wadah agar mereka bisa unjuk bakat dan prestasi di panggung yang setara,” ujar Ramadhanu Istahara Mubaraq, penggagas sekaligus Ketua Panitia Hinterland Festival 2025.

Pada tahun pertama, festival ini hanya diikuti oleh siswa SD dan SMP. Namun, tahun 2025 menjadi lebih istimewa karena peserta dari tingkat TK juga turut ambil bagian. Hal ini menandai semangat inklusivitas pendidikan di kawasan hinterland Kota Batam.

Baca Juga :  Buruh Batam Desak Kepastian UMK 2026

Pembukaan Hinterland Festival 2025 dilaksanakan pada Senin, 4 November 2025, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam yang diwakili oleh Kepala Bidang PAUD dan PMF Disdik Batam, Sularno.

Sularno memuji terselenggaranya Hinterland Festival yang melibatkan murid TK hingga SMP.

“Kalau di kota, lombanya hanya per tingkatan SMP dan SD saja. Tapi di Hinterland Festival, semua anak ikut berlomba dari TK hingga SMP,” ucap Sularno.

Rangkaian kegiatan Hinterland Festival 2025 digelar di beberapa pulau dengan berbagai lomba yang melibatkan siswa dari tingkat TK hingga SMP.

Untuk tingkat SMP, kegiatan berpusat di Pulau Geranting dengan beragam lomba keagamaan dan seni seperti azan, tartil putra dan putri, ceramah agama, storytelling, speech contest, cipta puisi, serta pertandingan Mobile Legends dan lomba gasing.

Baca Juga :  MV Arena 2 Kandas di Perairan Lingga, Seluruh Penumpang Selamat

Sementara itu, Pulau Telong menjadi tuan rumah untuk lomba voli putra dan putri, takraw, langgam Melayu, tari kreasi, serta kasti putri.

Di Pulau Pecong, para siswa menunjukkan kemampuan mereka dalam lomba mendendangkan gurindam, membuat poster, cerdas cermat, serta kegiatan literasi dan numerasi.

Untuk jenjang SD, kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda. Teluk Sunti menjadi tempat pelaksanaan lomba takraw dan langgam Melayu, Teluk Bakau menggelar lomba voli serta melukis untuk putra dan putri, sedangkan Pulau Terong menghadirkan pertandingan sepak bola dan lomba cipta puisi.

Tidak ketinggalan, siswa tingkat TK juga turut memeriahkan festival melalui berbagai kegiatan menarik seperti senam Ciluk Ba, lempar bola berpasangan, doa harian, tari berpasangan, serta lomba mozaik untuk putra dan putri.

Festival yang berlangsung pada 4–8 November ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga pesta kreativitas dan budaya yang mempererat kebersamaan antar pelajar di pulau-pulau Batam. Melalui kegiatan ini, anak-anak hinterland diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas, serta kecintaan terhadap seni dan budaya lokal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak hinterland punya potensi besar. Hinterland Festival adalah bukti nyata bahwa pendidikan dan kreativitas bisa tumbuh di mana saja, bahkan di tengah pulau,” tambah Ramadhanu penuh semangat.

Dengan dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Batam dan masyarakat sekitar, Hinterland Festival 2025 menjadi simbol harapan baru bagi dunia pendidikan hinterland, tempat di mana mimpi-mimpi anak pulau terus berlayar menuju masa depan yang gemilang.

Acara Hinterland Festival 2025 semakin meriah karena didukung sejumlah sponsor seperti BRK Syariah, Bank Syariah Indonesia, Baznas Kota Batam, Pegadaian CP Mega Legenda, Yamaha Leo, Toko Milenium Belakang Padang, Inovasi Farm, PT Audy Jaya Pratama, Sekolah Islam Nabilah, dan Go Kost.

Baca Juga :  Progres Rempang Eco-City: Jumlah Warga Bergeser ke Hunian Sementara Terus Bertambah

Penulis: Salvia
Editor: Aliman