BATAM, DURASI.co.id – Ketua LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebuki) Thomas AE angkat bicara terkait banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
“PJU itu tidak gratis dinikmati masyarakat. Artinya bahwa masyarakat membayar untuk menikmati penerangan tersebut, karena setiap bulannya masyarakat dibebani pajak penerangan jalan umum sebesar 6 persen dari total tagihan listrik. Ini diatur dalam Perwako, dan yang 6 persen ini disetor oleh PLN ke Kas Daerah Kota Batam,” kata Thomas kepada Durasi.co.id, Rabu (12/6/2024).
Oleh karena itu, lanjut Thomas, masyarakat sangat berhak menikmati penerangan jalan umum yang terang benderang.
“Kalau masih ada jalan umum gelap, sama halnya dengan mengabaikan hak masyarakat umum. Jika masih ada lampu PJU yang mati dengan alasan akibat pencurian kabel, itu adalah alasan klasik. Karena matinya lampu jalan sudah sering terjadi sejak beberapa tahun yang lalu,” ucap aktivis antirasuah ini.
Thomas meminta Kabid PJU, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam untuk tanggap dan peduli dengan hak pengguna jalan.
“Banyaknya lampu jalan yang masih sering mati mengindikasikan sangat buruknya kinerja Kabid PJU DBMSDA Batam. Padahal anggaran untuk PJU selalu disediakan. Kabid PJU tidak boleh menutup-nutupi besaran anggaran yang dialokasikan untuk PJU tersebut,” ujarnya.
Thomas menegaskan bahwa semua anggaran pemerintah harus dapat dijelaskan secara rinci dan transparan, karena itu bagian dari informasi publik yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
“Kalau ditutupi akan menimbulkan rasa curiga, dan masyarakat berhak melaporkan ke aparat penegak hukum seperti Kejaksaan untuk melakukan audit investigasi atau Tipikor untuk menyelidikinya. Jadi jangan anggap remeh dengan hal yang remeh, karena bisa berdampak buruk,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Salah seorang warga, Andy mengatakan, bahwa PJU di sepanjang jalan KBC hingga Sarana Industrial Park Batam Center banyak yang mati.
“Di sepanjang jalan itu yang saya lihat hanya beberapa saja yang menyala, selebihnya mati semua,” katanya, Senin (10/6/2024).
Apa yang disampaikan warga selaras dengan pantauan Durasi.co.id pada Senin (10/6/2024) malam, di sepanjang jalan KBC Batam Center menuju Sarana Industrial Park, dan simpang lampu merah Kaliban hingga depan kantor Bapenda Batam sangat minim penerangan, karena hampir semua lampu PJU mati.
Sementara itu, Kabid Penerangan Jalan Umum (PJU) DBMSDA Batam, Kukuk Slamet Prianto dikonfirmasi, Selasa (11/6/2024) mengatakan, bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan perbaikan lampu PJU di daerah tersebut, namun kembali mati dan tidak berfungsi karena pencurian kabel.
“Perbaikan kita terus bergerak, anggota siang ini masih menyisir di daerah tersebut,” kata Kukuk Slamet Prianto. (red)







