Riau  

Tiongkok Jadi Pasar Utama, Ekspor Nonmigas Riau Capai US$16,64 Miliar

Ilustrasi minyak nabati. (Foto: Istock)

PEKANBARU, DURASI.co.id – Kinerja ekspor nonmigas Provinsi Riau menunjukkan tren positif sepanjang Januari–Oktober 2025, menurut laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Riau.

Statistisi Ahli Madya BPS Riau, Fitri Hariyanti, menyampaikan bahwa dari sepuluh komoditas utama yang diekspor, sebagian besar mencatat peningkatan nilai dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Fitri menjelaskan bahwa lemak dan minyak hewan/nabati menjadi komoditas dengan pertumbuhan nilai ekspor terbesar, naik 37,21 persen atau senilai US$2.606,61 juta.

“Selain minyak nabati, sejumlah komoditas kimia dan produk turunannya juga mengalami pertumbuhan signifikan,” jelas Fitri, Senin (1/12/2025).

Beberapa kelompok barang yang mengalami peningkatan antara lain, berbagai produk kimia naik 41,97 persen, bahan kimia organik meningkat 70,64 persen, kertas dan karton tumbuh 3,53 persen, buah-buahan naik 58,77 persen, berbagai makanan olahan meningkat 16,83 persen, serta bahan-bahan nabati naik 6,95 persen.

Baca Juga :  Dishub Bengkalis Siapkan Sembilan Posko Pengamanan Nataru

Namun, beberapa komoditas mengalami penurunan, terutama ampas dan sisa industri makanan yang turun tajam 61,97 persen, bubur kayu (pulp) turun 4,32 persen, serta serat stapel buatan turun 5,96 persen.

Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang tersebut berkontribusi 98,87 persen terhadap total ekspor nonmigas Riau dengan pertumbuhan mencapai 24,01 persen.

Fitri menambahkan bahwa nilai ekspor nonmigas Riau pada Oktober 2025 mencapai US$1.728,77 juta, turun 4,10 persen dibandingkan Oktober 2024. Namun secara kumulatif Januari–Oktober 2025, ekspor nonmigas tumbuh 24,16 persen menjadi US$16,64 miliar.

Berdasarkan negara tujuan, Tiongkok menjadi pasar terbesar ekspor nonmigas Riau dengan nilai US$2.692,69 juta atau 16,18 persen dari total ekspor. India dan Malaysia berada di posisi berikutnya dengan nilai masing-masing US$1.496,57 juta dan US$1.186,94 juta.

Baca Juga :  Kuansing Jadi Perintis Sekolah Rakyat Berasrama untuk Warga Kurang Mampu

“Ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa juga tumbuh signifikan. Ekspor ke ASEAN naik 49,77 persen dan ke Uni Eropa meningkat 11,11 persen,” jelas Fitri.

Selama Januari–Oktober 2025, total ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan utama mencapai US$12.222,00 juta, meningkat 27,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peningkatan tertinggi terjadi pada Bangladesh yang melonjak 121,56 persen, disusul Malaysia 57,12 persen, dan Brasil 175,64 persen. Sebaliknya, ekspor ke India turun 19,17 persen, sementara ekspor ke Amerika Serikat turun tipis 1,54 persen,” lanjutnya.

Pada Oktober 2025, ekspor nonmigas terbesar tercatat ke Tiongkok senilai US$388,61 juta, diikuti Pakistan senilai US$157,19 juta, dan Malaysia senilai US$115,82 juta.

Baca Juga :  Sempat Duel, Emak-Emak di Inhil Riau Selamat dari Terkaman Buaya

Dari sisi sektor, ekspor hasil industri pengolahan pada Januari–Oktober 2025 meningkat 24,20 persen menjadi US$16,35 miliar. Ekspor sektor pertanian juga tumbuh 24,94 persen. Namun pada Oktober 2025, kedua sektor ini mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2024, masing-masing turun 4,03 persen untuk industri pengolahan dan 7,92 persen untuk pertanian.

Secara total, nilai ekspor Riau pada Januari-Oktober 2025 mencapai US$17,58 miliar atau meningkat 18,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kinerja ini tetap ditopang kuat oleh sektor nonmigas yang mendominasi 94,66 persen dari total ekspor provinsi,” tuturnya.

Penulis: Ismail
Editor: Indra