PEKANBARU, DURASI.co.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menyatakan dukungan penuhnya terhadap peluncuran program PRIMA Magang yang digagas Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dengan keterampilan praktis, pengalaman kerja, serta kesiapan mental menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Rektor UIN Suska Riau, Leny Nofianti, menyebut PRIMA sebagai inisiatif strategis dalam menjawab tantangan era Society 5.0, yang menuntut lulusan tidak hanya cakap secara keilmuan, tetapi juga memiliki kompetensi lintas disiplin dan mental adaptif.
“UIN Suska Riau mendukung penuh program ini melalui penyediaan fasilitas, pendamping, dan sosialisasi aktif. Kami ingin mencetak lulusan yang unggul secara spiritual dan profesional,” ungkap Leny, Senin (23/6/2025).
Ia menambahkan, di tengah perkembangan teknologi informasi dan transformasi industri, ijazah saja tidak lagi cukup. Mahasiswa perlu dibekali dengan pengalaman nyata di lapangan agar siap bersaing dan menjadi problem solver di berbagai sektor.
“PRIMA menjadi jembatan antara teori dan praktik. Kami yakin program ini akan melahirkan SDM PTKI yang tidak hanya berilmu Islam, tetapi juga tangguh secara profesional,” katanya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, mengungkapkan bahwa PRIMA Magang merupakan respons atas tingginya tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi, seperti dilaporkan BPS pada 2023.
“Ijazah tanpa keterampilan praktis kini tidak cukup. Mahasiswa harus dibekali dengan pengalaman kerja nyata dan mental tahan banting,” tegasnya.
Saat ini, lebih dari 160 PTKI telah bergabung dalam program PRIMA Magang, dengan lebih dari 350 mahasiswa yang sudah mendaftar melalui platform digital resmi. Program ini menargetkan 15.000 peserta, menggandeng 300 mitra industri, dan melibatkan 600 PTKI hingga 2029.
“Kami ingin melahirkan lulusan PTKI yang menjadi agen perubahan dan pencipta nilai, bukan sekadar pencari kerja. Dunia kerja masa depan membutuhkan integritas, fleksibilitas, dan inovasi,” pungkas Amin. [Sukri]







