PEKANBARU, DURASI.co.id – Universitas Lancang Kuning (Unilak) melalui Fakultas Ilmu Komputer melakukan kunjungan ke Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, untuk membahas dan merancang Memorandum of Understanding (MoU) Foundation Program, Jumat (14/2/2025).
Kunjungan ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer Unilak Yogi Yunefri, didampingi Ketua dan Sekretaris Umum PGRI Provinsi Riau Adolf Bastian dan Zulfikar.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer Unilak, Yogi Yunefri mengatakan, pertemuan ini menjadi forum penting bagi kedua belah pihak untuk membahas secara mendalam rencana kerja sama, terutama dalam pengembangan Foundation Program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa. Salah satu fokus utama dalam diskusi ini adalah transformasi digital dalam perkuliahan.
“Kedua institusi menyadari bahwa pendidikan di era modern ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, implementasi teknologi digital menjadi langkah strategis untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan relevan bagi mahasiswa,” kata Yogi.
Ia menekankan bahwa pertemuan ini tidak hanya membahas tentang digitalisasi pendidikan. Namun, juga tentang bagaimana menciptakan sistem pendidikan yang tidak monoton dan membosankan.
“Kami ingin menghadirkan sistem pendidikan yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan industri,” katanya.
Ia menjelaskan, metode pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa. Hal ini agar tidak membuat mahasiswa merasa jenuh.
“Pendekatan berbasis proyek (project-based learning), simulasi dunia kerja, serta integrasi teknologi interaktif adalah beberapa cara yang kami anggap efektif untuk membuat proses pembelajaran lebih hidup dan menarik,” jelasnya.
Di samping itu, Yogi juga menyoroti pentingnya pengakuan keahlian mahasiswa melalui sertifikasi profesional. Menurutnya, di era digital ini, gelar akademik saja tidak cukup.
“Dengan adanya kerja sama ini, pihaknya berharap dapat memastikan bahwa lulusan Unilak dan ISTN tidak hanya memiliki pengetahuan teoretis. Tetapi juga memiliki keahlian praktis yang diakui secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik ISTN Jakarta, I Wayan Gede Suharta Dewantara, menyambut baik inisiatif kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa ISTN juga memiliki komitmen yang kuat untuk terus mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi.
“Kami percaya bahwa sinergi antar perguruan tinggi adalah kunci untuk menghadapi tantangan pendidikan di era digital. ISTN akan terus berupaya untuk mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan industri,” katanya.
Penulis: Sukri
Editor: Indra







