Yogo Darminto Dukung Upaya Pemerintah Atasi Darurat Sampah

Redaksi Durasi
Ketua DPC Ormas 234SC, Yogo Darminto SH. (Foto: Dok Pribadi)

PEMALANG, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Pemalang terus berupaya menyelesaikan permasalahan sampah yang beberapa waktu lalu sempat menuai kritik keras diakibatkan banyak sampah berceceran dan lambat diangkut oleh petugas, dikarenakan TPA yang berada di Dukuh Pesalakan terkendala akibat alat berat yang berada di lokasi tersebut tidak memadai dan sebagian rusak.

Di samping itu lokasi TPA tersebut juga sudah overload dan harus segera direlokasi agar tidak membawa dampak buruk bagi warga sekitar.

Menindak lanjuti perihal permasalahan sampah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama pihak terkait harus segera mencarikan solusi terbaik, salah satunya dengan mencarikan lahan baru untuk TPA.

Rencananya, Pemerintah Kabupaten Pemalang akan membangun TPA yang baru di Desa Purana, Kecamatan Bantarbolang Pemalang. Namun akhir-akhir ini ada beberapa warga dan beberapa pihak yang menolaknya. Tak sampai di situ warga setempat juga sudah beberapa kali menggelar aksi demo di kantor Desa Purana untuk menyampaikan aspirasi mereka (menolak rencana pembangunan TPA).

Melihat adanya pro dan kontra rencana pembangunan TPA di Desa Purana beberapa pihak ada yang mendukung dan ada yang meminta agar Pemkab Pemalang dapat mencari solusi lain.

Baca Juga :  The Ascott Regional Batam Memperingari Hari Mangrove Sedunia di Tanjung Uma

Seperti yang disampaikan oleh Yogo Darminto SH selaku Ketua DPC Ormas 234SC dan Ketua Wartawan Peduli Sosial Pemalang. Ia mengikuti perkembangan rencana Pemkab Pemalang untuk membangung TPA yang baru di Desa Purana, menurutnya pro dan kontra itu sangatlah wajar. Perlu pendekatan komunikasi dan sosialisasi yang maksimal untuk memberikan informasi dan edukasi kepada warga, khususnya warga yang menolak adanya rencana pembangunan TPA diwilayah mereka.

“Bagi saya setiap kebijakan ataupun program pemerintah menuai pro dan kontra itu wajar sekali, tidak di sini saja, di daerah lain juga pasti ada yang namanya pro dan kontra. Ya saya berharap pihak-pihak terkait bisa lebih baik lagi dalam berkomunikasi dan mensosialisasikan kepada warga, khususnya mereka yang menolak,” katanya, Sabtu (8/6/2024).

Lebih Lanjut Yogo Darminto mengatakan, dirinya sempat beberapa kali membaca berita terkait rencana pembangunan TPA di Desa Purana, menurut informasi yang ia terima TPA di Desa Purana tersebut nantinya akan di kelola secara modern, sehingga dampaknya tidak seperti di lokasi TPA lama (Pesalakan).

Baca Juga :  Terima SKT Bakesbangpol, Ormas 234SC Pemalang Siap Berkontribusi untuk Daerah

“Pemerintah Kabupaten Pemalang kan juga tentu punya hak preogratif dalam mencari solusi dan membangun daerah, tentu segala mekanismenya, baik maupun buruknya sudah di telaah dan dihitung secara cermat. Kami sebagai organisasi masyarakat dan sebagai organisasi pers yang ada di Pemalang tentu akan mendukung penuh langkah Pemkab yang terbaik, tentu Pemkab juga tidak boleh dengan cara-cara arogan menyikapi pro dan kontra yang ada,” imbuhnya.

Yogo juga menyarakan, apabila rencana pembangunan TPA berlanjut di Desa Purana agar dapat diterapkan metode pengolah sampah sanitary landfill yang ramah lingkungan.

Menurutnya, jumlah sampah dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga memerlukan penyelesaian agar tidak menjadi masalah seperti yang terjadi di TPA Pesalakan.

“Salah satu cara tepat mengolah sampah dengan metode sanitary landfill. Metode ini berupa pengolahan atau pemusnahan sampah dengan cara menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya dan kemudian menimbunnya dengan tanah,” katanya.

Ia menambahkan, selain dapat menjadi pupuk, juga bisa mengurangi potensi pencemaran udara atau polusi. Dengan pola pengelolaan sampah yang demikian maka memerlukan lahan luasnya kurang lebih 20 an hektare agar pengelolaannya lebih maksimal.

Baca Juga :  Pejabat Demosi Jadi Plt RSUD, Praktisi Hukum: Kepala Daerah Tak Patuh

“TPA Pesalakan jadikan pengalaman buruk bagi Pemkab, mudah-mudahan dengan metode sanitary landfill di TPA yang baru nanti tidak akan menimbulkan efek samping. Selain lokasinya hijau tanahnya juga subur, bahkan bisa menjadi destinasi wisata. TPA modern tidak sama dengan TPA zaman dulu. Tidak lagi ada penumpukan sampah karena begitu datang langsung diolah dengan menguraikan ke dalam tanah,” jelasnya.

Yogo berharap, pihak Pemkab Pemalang terus dapat berkoordinasi dengan tokoh masyarakat sekitar terkait rencana pembangunan TPA modern di Desa Purana, dengan demikian warga sekitar yang khawatir daerahnya akan menjadi kumuh dapat mengerti serta dapat mendukung langkah pemerintah dalam mengatasi masalah sampah.

“Tentu ada pihak dan warga yang mengkhawatirkan keberadaan TPA akan menjadikan daerah semakin kumuh, namun saya yakin dengan sosialisasi dan komunikasi yang baik rencana Pemkab dalam mengurai masalah darurat sampah pasti akan berjalan dengan lancar,” tutup Yogo Darminto. (Alwi Assagaf)