Kepri  

Zoztafia Arahkan FOZ Kepri Tingkatkan Pemanfaatan Zakat untuk Atasi Kemiskinan

Kakanwil Kemenag Kepri Zoztafia menerima kunjungan FOZ Kepri di ruang kerjanya, Selasa (18/2/25). Foto: Rudi/Durasi.co.id

TANJUNGPINANG, DURASI.co.id – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Zoztafia, menerima kunjungan silaturahmi Forum Zakat (FOZ) Kepri di ruang kerjanya, Selasa (18/2/2025). Mereka terdiri dari 12 lembaga amil zakat, yakni 10 perwakilan LAZ skala nasional dan 2 skala kabupaten/kota.

Dalam kunjungan tersebut, pihak FOZ meminta arahan dari pemerintah, dalam hal ini Kemenag, agar pemanfaatan zakat benar-benar dapat mengentaskan kemiskinan umat, sebagaimana slogan FOZ Kepri, yakni Kompak Berdampak.

Didampingi Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri, Ahmad Husain, dan tim kerja Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Zoztafia menyampaikan bahwa permasalahan pengelolaan zakat sudah ada sejak dulu hingga saat ini, dan berbagai upaya telah dilakukan agar potensi zakat dapat dioptimalkan.

Baca Juga :  Mr Dad go Chicken Batam Jual Minuman Kedaluwarsa

“Isu zakat ini sudah ada sejak lama. Bicara tentang sosialisasi zakat, dari dulu sudah dilakukan beberapa ikhtiar pengelolaan. Keluhan yang selalu datang adalah bahwa zakat belum signifikan membantu mengentaskan kemiskinan,” kata Zoztafia mengawali arahannya.

Namun, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Zoztafia menilai telah terjadi perubahan manajemen pengelolaan zakat. Oleh karena itu, ada optimisme peningkatan pengelolaan zakat.

“Dalam 10 tahun terakhir, ada perubahan manajemen. Ada optimisme. Kalau dilihat perjalanan BAZNAS, kita optimis zakat menjadi salah satu basis pembiayaan kehidupan masyarakat yang segmennya jelas, baik yang membayar (muzakki) maupun yang menerima (mustahik) jelas,” ujarnya.

Zoztafia berharap pengelolaan zakat di Kepri dapat menyesuaikan perkembangan zaman dengan lebih modern dan akuntabel. Ia juga memandang pentingnya sinergitas antara lembaga zakat dengan pemerintah, serta sosialisasi pendalaman zakat kepada masyarakat.

Baca Juga :  BP Batam Partisipasi Dalam Pameran BPKP Expo Pengawasan Intern 2024

“Perlu sama-sama disatukan kekuatannya agar zakat bisa betul-betul hadir untuk menjawab kebutuhan umat. Perlu juga penjelasan dari aspek syar’i, siapa tahu masyarakat masih belum paham, padahal mereka menyimpan sejumlah harta yang wajib dikenai zakat,” ungkapnya.

“Jangan sampai ada krisis kepercayaan, apalagi sistem informasi saat ini sudah modern. Saya ingin zakat dikelola secara modern dan akuntabel. Semua orang bisa melihat apa yang kita kerjakan, semua bisa bertanya. Ada dialog antara pengurus dan muzakki. Perlu diperkuat lagi kerja sama yang baik antara seluruh anggota,” imbuhnya.

Mengingat kondisi Kepri yang memiliki banyak pulau, Kakanwil Zoztafia menilai perlunya sosialisasi zakat di pelosok-pelosok pulau agar zakat dapat tersosialisasi secara lebih luas.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Tegaskan KSOP Satu-satunya Otoritas Keselamatan Laut Batam

“Kami dari Kemenag tentu mendukung apapun yang dilakukan dalam konteks kemaslahatan umat. Di wilayah kepulauan itu, perlu sentuhan-sentuhan (sosialisasi zakat), karena di sana masih banyak orang miskin, baik secara harta maupun ruhaniyah. Mereka belum mampu memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama,” pungkasnya.

Penulis: Rudi
Editor: Indra