SIAK, DURASI.co.id – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Siak nomor urut 2, Afni-Syamsurizal, unggul dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibandingkan pasangan petahana nomor urut 3, Alfedri-Husni, pada Sabtu (22/3/2025).
Hal itu berdasarkan hasil perhitungan formulir C1. PSU di tiga TPS tersebut mendapat perhatian serius dari negara karena selisih suara yang sangat tipis antara kedua calon hingga ke meja Mahkamah Konstitusi.
Afni bersama wakilnya, Syamsurizal, unggul di semua TPS. Di TPS khusus RSUD Tengku Rafian, Kelurahan Kampung Dalam, Afni-Syamsurizal meraih 33 suara, unggul atas Alfedri-Husni yang memperoleh 28 suara. Dari total 64 Daftar Pemilih Tetap (DPT), terdapat tiga suara tidak sah.
Sementara itu, di TPS 3 Desa Buantan Besar, Kecamatan Siak, Afni-Syamsurizal memperoleh 211 suara, sedangkan Alfedri-Husni meraih 159 suara. Pasangan nomor urut 1, Irving Kahar-Sugianto, mendapatkan satu suara, dengan dua suara tidak sah dari total 453 DPT.
Di TPS 3 Desa Jayapura, Kecamatan Siak, Afni-Syamsurizal kembali unggul dengan perolehan 272 suara, sementara Alfedri-Husni memperoleh 157 suara. Irving Kahar-Sugianto mendapatkan dua suara dari total 449 DPT.
Berdasarkan penetapan DPT oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak, terdapat total 1.011 pemilih. Jika ditotal berdasarkan hasil formulir C1, pasangan Afni-Syamsurizal meraih 516 suara, sementara Alfedri-Husni hanya memperoleh 344 suara.
Sebagai informasi, PSU ini digelar sebagai tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan adanya sengketa hasil Pilkada Kabupaten Siak.
Komisioner Bawaslu Siak, Ahmad Dardiri, memastikan bahwa proses pemungutan suara berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur.
“Proses PSU di TPS khusus RSUD Tengku Rafian, TPS 3 Desa Buantan Besar, dan TPS 3 Desa Jayapura berlangsung aman dan tertib. Tidak ada laporan pelanggaran selama pelaksanaan berlangsung,” ujar Ahmad Dardiri.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, menyebutkan bahwa belum ada laporan gangguan keamanan terkait proses PSU di Siak. Dia berharap kondisi Siak tetap kondusif ke depannya.
“Insyaallah, belum ada laporan ataupun kejadian dalam konteks keamanan, seperti tidak sampainya surat suara dan lain sebagainya. Kami juga berkoordinasi dengan Pak Kajati sebagai Gakumdu,” ujar Irjen Herry.
Herry ingin pesta demokrasi di Siak berjalan kondusif dan memberikan pemahaman tentang arti demokrasi yang sebenarnya. Dalam pelaksanaan PSU ini, Herry menerjunkan ribuan anak buahnya untuk mengawal jalannya pemungutan suara di Siak.
“Kita doakan bersama agar proses demokrasi ini dapat memberi pemahaman bahwa inilah prosesnya. Mudah-mudahan ke depan kita bisa menciptakan Siak yang lebih aman, tenteram, dan seterusnya. Kita kawal sampai tanggal 24 Maret saat pleno,” kata Herry.
Penulis: Haykal
Editor: Indra







