Ketua Pospera Purwakarta Soroti Adanya Jalan Rusak dan Berlubang di Nagri Kidul

Kondisi jalan rusak di Kampung Sukahaji, RW 08, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. (Foto: Rudi-Durasi.co.id)

PURWAKARTA, DURASI.co.id – Upaya mencegah risiko kecelakaan yang bisa menimpa pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki, puluhan warga Kampung Sukahaji RW 08, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, secara sukarela dan penuh semangat bergotong royong memperbaiki jalan rusak dan berlubang di wilayah mereka pada Jumat pagi (9/5/2025).

Kondisi jalan yang rusak dan berlubang sudah cukup lama dikeluhkan warga. Jalan kampung ini bukan hanya digunakan oleh penduduk setempat, tetapi juga menjadi salah satu jalur alternatif penting yang menghubungkan pusat kota Purwakarta dengan wilayah Wanayasa. Tingginya intensitas kendaraan yang melintasi jalan ini memperbesar risiko kecelakaan jika tidak segera diperbaiki.

Baca Juga :  Sri Rahayu Agustina Bantah Tuduhan Tak Perhatikan Kader Golkar, Sebut Pernyataan Itu Tidak Mendasar

Dari pantauan di lokasi, warga secara bergiliran membawa alat seadanya, seperti sekop, cangkul, dan gerobak dorong. Mereka menggunakan sisa-sisa material bangunan, seperti batu koral, pasir, dan semen bekas, untuk menutup lubang-lubang di sepanjang jalan.

Kondisi jalan tersebut menjadi sorotan dan tanggapan kritis yang disampaikan oleh Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Purwakarta, Sutisna Sonjaya.

Sutisna menyayangkan masih adanya jalan rusak dan berlubang di wilayah perkotaan yang semestinya menjadi prioritas pembangunan.

“Saya merasa aneh saja, kenapa masih ada jalan rusak seperti ini di pusat kota. Padahal saat kampanye Pilkada lalu, salah satu visi misi Bupati adalah ‘Jalan Mulus, Imah Alus, Rakyat Kaurus’. Kenyataannya, masih banyak infrastruktur jalan yang belum disentuh perbaikan,” tegas Tisna, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Dede Luki Sukses Terpilih Jadi Pemimpin Muda Desa Cadassari

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar lebih tanggap terhadap laporan dan aspirasi masyarakat, serta tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial semata.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, merupakan hak warga dan seharusnya menjadi prioritas utama.

“Kegiatan gotong royong ini pun menjadi potret nyata dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar, sekaligus sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Penulis: Rudi
Editor: Aliman